Close
 
Sabtu, 16 Mei 2026   |   Ahad, 29 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 345
Hari ini : 15.466
Kemarin : 31.324
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

06 sepember 2007 05:53

Budaya Melayu Hendaknya Diajarkan Sejak Dini

Budaya Melayu Hendaknya Diajarkan Sejak Dini

Pekanbaru-MelayuOnline- Agar budaya Melayu tersosialisasi kepada masyarakat luas dengan baik, perlu ada sosialisasi sejak dini. Untuk itu, Disbudsenipar Riau meminta pemprov Riau membuat Perda-nya, agar ada payung hukum yang menaungi.

Wakadis Budaya Seni dan Pariwisata (Budsenipar) Riau, RM Yamin rabu (5/9) mengakui selama ini budaya Melayu tidak tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat. Selain ’bantuan’ media massa minim, upaya untuk itu dianggap berat dengan minimnya tokoh yang tunak tentang budaya Melayu.

Untuk itu, memang perlu adanya sosialisasi budaya Melayu sejak dini. Misalnya memasukkan budaya Melayu ke dalam kurikulum salah satu mata pelajaran di sekolah dasar, menengah pertama hingg sekolah menengah atas. Targetnya jelas, agar budaya Melayu masuk ke dalam kehidupan masyarakat dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

”Untuk itu kita memerlukan adanya ketentuan yang jelas dalam mengaturnya. Misalnya dalam sebuah Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat oleh Pemprov Riau. Tujuannya jelas adalah sebagai payung hukum masuknya budaya Melayu dalam salah satu mata pelajaran di sekolah. Dari tingkat dasar hingga tingkat menengah atas,” katanya.

Jika dilihat secara utuh, tambah Yamin, memang harus diakui bahwa inti budaya Melayu yang masuk ke sekolah-sekolah sangat minim. Dulu ada mata pelajaran etika kesopanan (budi pekerti) yang bersumber dari budaya Melayu yang ditambah dengan mata pelajaan arab Melayu di sekolah-sekolah.

Kini, justru itu semua tidak ada. Tentunya membuat kontent pelajaran di sekolah-sekolah minim bahkan menghilangkan pelajaran budaya dalam daftar mata pelajaran. Pihaknya berharap ke depan budaya Melayu masuk dalam salah satu mata pelajaran di sekolah. Karena banyak hal-hal positif yang bisa menuntun perilaku siswa menjadi lebih baik.

Selain itu, jika tak ada aral melintang, Disbudsenipar berencana membenahi koleksi Museum Sang Nila Utama, karena museum itu adalah suatu objek wisata unggulan yang ada di Riau (Pekanbaru).

"Selama ini, saya perhatikan Museum tak ada daya tarik sama sekali. Oleh karena itu, jarang dikunjungi oleh turis dan orang yang datang ke Riau. Mudah-mudahan dengan adanya pembenahan Museum Sang Nila Utama ini dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk pengunjung," katanya mengakhiri.

Sumber: Riau Terkini & Riau Info (dengan pengolahan seperlunya)
Kredit foto : Koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu


Dibaca : 2.301 kali.

Tuliskan komentar Anda !