Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
04 januari 2011 04:05
Melayu Harus Masuk Kurikulum Pendidikan
Medan, Sumut - Wakil Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara, Sudarno mengatakan, melayu merupakan etnis yang dikenal dengan keramahtamahan, keterbukaandan selalu menerima kehadiran etnis lain. Suku ini patut dijadikan contoh dalam kehidupan berbangsa. Sebab, keberadaan suku Melayu sangat diharapkan mengisi pembangunan.
“Dengan sikap yang ramah, sopan santun, terbuka membuat kearifan lokal Melayu tidak akan pernah luntur sampai kapanpun,” ujar Sudarno.
Dia mengatakan, di tahun 2010 etnis melayu mengalami peningkatan dengan tingginya rasa persaudaraan terutama di Sumatera Utara. “Kita berharap di tahun 2011, merupakan tahun kebangkitan Melayu,” tegas Sudarno yang juga tokoh Budaya ini.
Sementara itu, Ketua Umum HPMM Sumatera Utara Dedi Suheri menyatakan, sepantasnya pemerintah membuat kurikulum pendidikan tentang adat budaya Melayu agar generasi bangsa tidak melupakannya serta mengambil nilai positif bagaimana membangun budaya Melayu lebih maju.
“Sikap sopan santun mulai luntur. Generasi muda harus mengetahui budaya Melayu yang dikenal dengan sikap yang bersahabat, sopan santun serta terbuka dengan siapa pun tanpa memandang suku,” ujarnya.
Banyak tokoh-tokoh Melayu yang patut dijadikan panutan seperti Tengku Amir Hamzah, HT Rizal Nurdin dan lainnya. “Tak salah kalau nama bandara Kualanamu nanti, kita minta dengan nama bandara Tengku Amir Hamzah. Kita mendesak pemerintah untuk menggunakan nama tersebut,” pungkasnya.