Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.893
Hari ini : 25.259
Kemarin : 19.896
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

10 sepember 2007 09:26

Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Jambi dan Ramadhan 1428 H

Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Jambi dan Ramadhan 1428 H

Jambi - Dua tahun Berdiri, PITI DPW Jambi Kerap Adakan Pengajian ketika Ramadhan. Meski belum lama berdiri umat muslim Tionghoa yang tergabung dalam PITI Jambi, selalu melakukan kegiatan keagamaan terlebih di saat bulan puasa. Apa saja kegiatan mereka mengisi bulan suci Ramadhan tahun ini?

Bulan suci Ramadhan adalah milik seluruh umat Islam di dunia. Termasuk mereka yang berasal dari etnis Tionghoa di Jambi. Beranggotakan sekitar seratus orang, mereka membentuk kesekretariatan Pembina Iman Tauhid Islam, di Simpang Jelutung Kota Jambi.

Ditemui di tempat kerjanya, Kabid Usaha PITI Hasan So, bercerita seputar kegiatan yang dilakukan anggota PITI jika Ramadhan tiba.

"Seperti tahun lalu kami juga akan mengadakan buka bersama,"ungkap pria yang punya nama asli So Teng Hui ini. Menurut Ko Hasan panggilan akrabnya, sejak berdiri dua tahun lalu PITI kerap mengadakan buka bersama. Acara diadakan di rumah salah satu anggota.

Namun kali ini Ko Hasan dan teman-temannya berencana mengadakan safari Ramadhan di beberapa tempat di Kota Jambi. "Rencana sudah ada, tapi masih perlu rapat bersama pengurus yang lain,"ujar pria yang murah senyum ini.

Selain safari Ramadhan, seperti tahun-tahun sebelumnya PITI juga akan mengadakan kegiatan pengajian rutin lainnya. Di antaranya mengadakan ceramah seminggu sekali dengan mengundang penceramah-penceramah kondang kota ini.

"Ceramah ini tidak hanya di bulan puasa saja,"kata suami Sri Masrifah ini. Ceramah agama juga diikuti dengan belajar membaca Al Quran.

Menurut pria kelahiran 18 Agustus 1964 ini anggota PITI sangat antusias mengikuti pengajian tersebut. “Karena belum semua anggota lancar membaca Al Quran,”ungkapnya.

Sejatinya kegiatan umat muslim di bulan puasa, komunitas PITI juga melakukan tadarus rutin. Mereka melakukan tarawih dan tadarus di mesjid atau mushalla di lingkungan tempat tinggalnya.

“Tidak ada keharusan untuk tarawih dan tadarus di mesjid yang ditentukan,”kata ayah tiga anak ini. Menurutnya komunitas baru berkumpul jika ada pengajian persatuan, ceramah dan buka bersama.

Kegiatan tersebut menurut pria yang muslim sejak 24 tahun silam ini, selain untuk belajar juga sebagai ajang silaturrahim antara umat muslim keturunan Tionghoa. “Acara itu dapat mempererat kekeluargaan dan bimbingan bagi yang baru muallaf,”tutur Ko Hasan.

Mewakili teman-temannya dari PITI, Ko Hasan berharap agar Ramadhan kali ini lebih mempererat kekeluargaan, tidak hanya sesama anggota PITI. “Hendaknya tali silaturrahim di antara kita sesama muslim tambah erat dan terjaga,”tandasnya.

Sumber : http://www.jambiekspres.co.id/

Kredit foto : en.wikipedia.org


Dibaca : 3.854 kali.

Tuliskan komentar Anda !