Jumat, 30 Oktober 2026 |Sabtu, 18 Jum. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
4.869
Kemarin
:
35.617
Minggu kemarin
:
9.404
Bulan kemarin
:
45.610.426
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
28 juli 2011 03:46
Budaya Melayu Bangkitkan Pariwisata Sumatra Utara
MelayuOnline – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatra Utara mengadakan dua acara dalam satu rangkaian sekaligus, yaitu Festival Budaya Melayu 2011 dan Seminar Kebudayaan Melayu yang berlangsung mulai Senin (25/7) hingga Rabu (27/7). Kegiatan festival dipusatkan di Atrium Grand Palladium Mall, Medan, sedangkan seminar ditempatkan di Hotel Danau Toba Medan. Event ini diikuti oleh 4 kota dan 6 Kabupaten dari 29 kabupaten dan kota yang ada di Sumatra Utara, yang dianggap masih sangat kental akan budaya Melayu. Kota-kota tersebut antara lain Medan, Binjai, Tebing Tinggi, dan Tanjung Balai. Sedangkan 6 kabupaten yang ikut adalah Langkat, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu, dan Batubara.
Di pesisir pantai timur Pulau Sumatra, etnis Melayu merupakan penduduk mayoritas yang masih menunjukkan eksistensi seni dan budayanya. Semangat untuk mengangkat marwah budaya Melayu itu terlihat saat pembukaan festival yang dihadiri seluruh walikota dan bupati asal peserta. Untuk menjaga semangat kebersamaan serta mendukung kelestarian dan pengembangan seni budaya itulah maka diselenggarakan festival yang sudah memasuki tahun kedua ini dengan menampilkan budaya khas Melayu, antara lain Tari Zapin, Tari Serampang Duabelas, dan lagu-lagu Melayu. Setiap kabupaten dan kota yang mengikuti festival ini diharuskan menyiapkan masing-masing 15 peserta untuk jenis-jenis seni budaya yang dilombakan tersebut.
Perhelatan ini berlangsung meriah dan diminati oleh masyarakat Melayu di Sumut, terbuktidalam 2 hari gelar budaya ini selalu dipadati penonton. Maesaroh, salah satu penonton, mengungkapkan pentingnya menyaksikan gelaran ini untuk memupuk kebanggaan terhadap budaya Melayu. Pada hari pertama, Senin (25/07), festival ini menggelar lomba Tari Zapin, sedangkan hari kedua ditampilkan festival Tari Serampang Duabelas dan lagu-lagu Melayu. Lantunan lagu-lagu Melayu sangat komunikatif dan familiar di telinga penonton sehingga secara serempak mereka turut bernyanyi bersama. Rata-rata penampilan para peserta, baik tari maupun lagu, diiringi irama dari kombinasi alat musik tradisional dan modern.
Pada hari terakhir, Rabu (27/07), digelar Seminar Kebudayaan Melayu yang dilangsungkan di Hotel Danau Toba, Medan. Selain untuk menambah wawasan pada para seniman yang terlibat dalam festival budaya ini, seminar ini digelar juga untuk memperoleh masukan-masukan agar penyelenggaraan festival ini di tahun-tahun mendatang bisa lebih baik. Seminar menampilkan sejumlah narasumber dengan ragam topik pembicaraan meliputi kesenian Melayu Sumut, sejarah, eksistensi, polarisasi, dan fungsi sosiobudayanya. Sedangkan narasumber yang hadir antara lain Dr. Muhammad Tohari bin Jilin Syahrial, H. Jose Rizal Firdaus, SH., dan H. Amir Arsyad Nasution.
Kesuksesan penyelenggaraan festival dan seminar ini menjadi acuan bagi Pemprov Sumut untuk tetap berupaya menjaga budaya yang luhur ini sekaligus menjadikannya modal utama untuk mengangkat pariwisata Sumut, khususnya Medan. Kegiatan ini adalah bentuk komitmen Provinsi Sumatera Utara dalam melestarikan budaya Melayu dan sebagai dukungan penuh bagi Kota Medan yang sedang gencar-gencarnya mempromosikan Visit Medan Year.