Close
 
Senin, 28 Juli 2014   |   Tsulasa', 30 Ramadhan 1435 H
Pengunjung Online : 991
Hari ini : 5.645
Kemarin : 17.575
Minggu kemarin : 157.256
Bulan kemarin : 128.832
Anda pengunjung ke 96.954.658
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

04 oktober 2007 02:54

Lagu Kebangsaan Malaysia Diduga Jiplakan Lagu Indonesia

Lagu Kebangsaan Malaysia Diduga Jiplakan Lagu Indonesia

Yogyakarta- Lagu kebangsaan Malaysia "Negaraku" diduga hasil jiplakan lagu Indonesia berjudul "Terang Bulan" yang dinyanyikan sejak 1930-an.

"Lagu Terang bulan sudah dinyanyikan di Indonesia sejak lama, setelah merdeka 1957 Malaysia mengubah lagu tersebut menjadi `Negaraku` dan menjadikannya sebagai lagu kebangsaan," kata pakar multimedia, Roy Suryo kepada ANTARA News di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, lagu `Rasa Sayange` yang dijadikan Malaysia sebagai lagu untuk promosi pariwisata sebenarnya juga sudah dinyanyikan di Indonesia jauh sebelum negara jiran tersebut merdeka, dan lagu ini sering dinyanyikan oleh orang-orang Melayu.

Dalam film `insulinde zooals het leeft en werkt`, film dokumenter Indonesia 1927-1940 produksi NV Haghefilm Denhaag, sudah ada lagu `Rasa Sayange`.

"Ini sebenarnya dapat menjadi bukti bahwa lagu tersebut sudah dinyanyikan masyarakat Indonesia jauh sebelum Malaysia merdeka," katanya.

Ia menyatakan dirinya saat ini sedang mengumpulkan bukti film asli, baik untuk lagu `Rasa Sayange` maupun `Terang Bulan` guna pembuktian lagu tersebut dicipta oleh orang Indonesia.

"Meskipun saya sudah punya film digitalnya, tetapi besok saya akan ke kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk mencari film aslinya," kata dia.

Ia menambahkan, kemungkinan Malaysia sudah mempatenkan terlebih dulu baru lagu `Rasa Sayange` tersebut kemudian baru mempublikasikannya.

"Kasus ini persis seperti batik, tempe dan beberapa tarian asal Indonesia yang diklaim hasil karya Malaysia. Sebenarnya ini menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia terutama untuk melindungi budaya daerah dengan segera mempatenkan hasil karya anak bangsa," katanya.

Sumber : Antara News
Kredit foto : www.perspektifbaru.com


Dibaca : 2.512 kali.

Tuliskan komentar Anda !