Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
09 oktober 2007 06:47
Ding Choo Ming: MelayuOnline.com Akan Menjadi Pangkalan Data Dunia Melayu Terbesar Sedunia
Yogyakarta-MelayuOnline.com- Semakin banyak kalangan akademisi, baik dalam maupun luar negeri, yang menunjukkan respek terhadap keberadaan MelayuOnline.com. Hari Jum‘at 5 Oktober 2007, Prof. Dr. Ding Choo Ming (Guru Besar Universiti Kebangsaan Malaysia-UKM, Pensyarah Akademi Tamadun Melayu/ATMA dan peneliti budaya Melayu) mengunjungi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), untuk mempresentasikan hasil penelitiannya tentang sejuta pantun Melayu, sekaligus melihat aktivitas BKPBM dan MelayuOnline.com secara langsung.
Pada pukul 15.30 WIB, Prof. Ding dan rombongan tiba di kantor BKPBM di jalan Gambiran 85 A, Yogyakarta. Kedatangan Prof. Ding dan rombongan disambut hangat oleh Mahyudin Al Mudra (pemangku BKPBM dan sekaligus pimpinan umum MelayuOnline.com). Mahyudin kemudian mengajak Prof. Ding melihat-lihat aktivitas BKPBM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ding mengamati langsung suasana kerja kru MelayuOnline.com yang berjumlah 20 orang. Ia juga melihat hasil-hasil replikasi, duplikasi dan restorasi benda-benda Melayu yang telah dilakukan oleh BKPBM sejak tahun 2003. Di samping itu, ia juga melihat koleksi buku-buku Melayu yang telah diterbitkan oleh BKPBM bekerja sama dengan penerbit Adicita Karya Nusa, Yogyakarta.
Selanjutnya, diadakan dialog antara Prof. Ding Choo Ming dan kru MelayuOnline.com. Mengawali dialog tersebut Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra (Guru Besar Antropologi Budaya UGM, dan penasehat MelayuOnline.com) berbicara tentang budaya Melayu dan korpus pengetahuan dunia. Kemudian, Mahyudin memperkenalkan visi dan misi BKPBM dan MelayuOnline.com.
Dalam kunjungannya ke BKPBM ini, Prof. Ding menyampaikan hasil-hasil penelitiannya mengumpulkan sejuta pantun Melayu di Nusantara. Selama 23 tahun, Prof. Ding telah melakukan penelitian budaya Melayu, terutama tentang tradisi lisan dan tulisan Melayu. Karena konsentrasinya tersebut, di negerinya (Malaysia), dia dijuluki OCBC (orang Cina bukan Cina). Prof. Ding menegaskan bahwa minimnya minat dan perhatian generasi muda terhadap budayanya sendiri adalah akibat dari minimnya dukungan pemerintah terhadap upaya-upaya pengekalan warisan tradisi budaya Melayu. Kecilnya atensi generasi muda terhadap budaya Melayu lebih disebabkan karena ekspresi budaya tersebut (baik ekspresi fisik mupun non fisik) semakin sulit ditemui, apalagi untuk dipelajari. Bahkan buku-buku tentang budaya Melayu semakin jarang diterbitkan.
Dalam penelitiannya, Prof. Ding telah mengunjungi kampung-kampung, desa-desa, kota-kota, dan pulau-pulau di Nusantara untuk mengumpulkan sejuta pantun. Kenapa harus pantun? Menurutnya pantun merupakan produk asli budaya Melayu. Pantun merupakan identitas Melayu yang bisa mempersatukan seluruh orang Melayu di dunia. Menghidupkan budaya berarti membangun masa depan pemilik budaya secara merdeka, tanpa harus selalu mengekor budaya asing.
Setelah berbicara sekitar 25 menit, adzan magrib berkumandang. Acara dialog berhenti selama 30 menit untuk berbuka puasa dengan aneka menu dan shalat magrib berjamaah. Selanjutnya, acara diteruskan dengan diskusi dalam suasana yang penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Prof. Ding mengungkapkan apresiasinya terhadap usaha BKPBM dalam menggali, mengumpulkan, memelihara serta mengekalkan pelbagai khazanah tradisi kebudayaan Melayu. “Sejujurnya, saya sangat kagum dengan teman-teman di BKPBM dan MelayuOnline.com ini. Meskipun hingga saat ini BKPBM belum mendapatkan bantuan dana dari pihak pemerintah maupun swasta manapun, namun aktivitas menghidupkan kebudayaan Melayu tetap berjalan sangat baik”, kata Prof. Ding Choo Ming.
Ia menambahkan, “melihat penyajian struktur menu-menu MelayuOnline.com yang sangat sistematis, dan didukung oleh kerja keras, keseriusan, dan konsistensi para krunya, MelayuOnline.com akan menjadi pangkalan data tentang dunia Melayu terbesar dan terlengkap sedunia. Di sinilah kelak pusat data warisan kebudayaan Melayu berada, bukan di negara asing seperti Belanda. Belanda hanya punya manuskrip-manuskrip yang mereka bawa setelah posisi politik sultan-sultan Melayu melemah”.
Karena kesamaan visi kedua belah pihak, MelayuOnline.com dan Malaycivilization.com bersepakat hendak menindak lanjuti hubungan intelektual ini dengan berbagai macam bentuk kerjasama. Prof. Ding Choo Ming akan mengusahakan terciptanya kerjasama antara MelayuOnline.com dengan Akademi Tamadun Melayu (ATMA) UKM, terutama dalam hal sharing dan pengayaan data. Di samping itu akan memperkenalkan MelayuOnline.com di kalangan pemerhati Melayu di Malaysia dan dunia. Prof. Ding juga berjanji akan mengundang kru MelayuOnline.com untuk berpartisipasi dalam acara-acara ilmiah tentang kebudayaan Melayu yang dia adakan. Begitu juga sebaliknya.
Di akhir silaturahmi budaya tersebut, Mahyudin, menyerahkan cendera hati dan beberapa buku pantun kepada Prof. Ding sebagai penghargaan atas usahanya menggali dan mengekalkan kebudayaan Melayu. (RI/brt/6/10-07)