Close
 
Senin, 20 November 2017   |   Tsulasa', 1 Rab. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 3.175
Hari ini : 30.634
Kemarin : 37.647
Minggu kemarin : 365.145
Bulan kemarin : 7.809.189
Anda pengunjung ke 103.784.017
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

11 oktober 2007 01:34

Di Gowa, Lebaran Tiga Kali

Di Gowa, Lebaran Tiga Kali
Masjid Raya Makassar

Gowa- Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1428 Hijriyah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akan terselenggara tiga kali oleh masing-masing jamaah yang berbeda, yakni pada 11, 12 dan 13 Oktober 2007.

Dalam pertemuan di Departemen Agama Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (9/10), terungkap ketiga golongan yang akan menggelar lebaran secara berbeda-beda itu adalah jamaah An-Natsir (11 Oktober), Muhammadiyah (12 Oktober) dan mereka yang mengikuti ketetapan pemerintah.

Dalam pertemuan antara jamaah An-Natzir dengan pihak Departemen Agama Gowa mengemukan, kaum An-Natzir (menanti) ini akan melaksanakan sholat Idul Fitri pada Kamis (10/10) berdasarkan gejala-gejala alam.

Menurut penanggung jawab An-Natzir Lukman Andipati, ketika air laut pasang penuh, maka hal itu pertanda terjadi pergantian bulan Sya`ban. “Air laut pasang terjadi ketika  matahari dan bulan berada pada posisi sejajar,” jelasnya.

Sebab, itu lanjutnya, saat ini pihaknya sangat ingin memantau  bulan Sya`ban. Pergantian bulan memasuki bulan Syawal ini, diyakini akan terjadi pada Hari Rabu (10/10).

“Entah apakah itu terjadi pada siang hari, sore atau malam hari,” jelas Lukman, seraya menambahkan, bila itu terjadi pada siang hari, jamaah ini akan segera menggeser (berbuka) puasa.

Peristiwa pergantian bulan ini, lanjut Lukman,  akan diperkuat dengan melihat gejala alam seperti terjadinya pasang air laut.

Pasang air laut ini, terjadi akibat adanya daya tarik menarik antara matahari dengan bulan yang berada pada posisi sejajar.  Akibatnya, sholat Idul Fitri, akan dilaksanakan pada Kamis (11/10).

Dalam pertemuan itu juga, Lukman menegaskan bahwa kaumnya bukan merupakan ajaran sesat karena selama ini, masyarakat yang hidup dengan kaum An-Natzir di sekitar Danau Mawang Kabupaten Gowa ini, tidak pernah merasa dirugikan atau ada laporan bahwa penduduk sekitar merasa terganggu dengan kehadiran kaumnya sendiri.

Sumber : www.banjarmasinpost.co.id
Kredit foto : www.makassarkota.go.id


Dibaca : 1.340 kali.

Tuliskan komentar Anda !