Close
 
Senin, 20 November 2017   |   Tsulasa', 1 Rab. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 3.167
Hari ini : 30.750
Kemarin : 37.647
Minggu kemarin : 365.145
Bulan kemarin : 7.809.189
Anda pengunjung ke 103.784.032
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

18 oktober 2007 03:33

Melihat Tradisi Lebaran di Jorong Sungai Tampang, Tiga Hari Tiga Malam Gelar Beragam Acara

Melihat Tradisi Lebaran di Jorong Sungai Tampang, Tiga Hari Tiga Malam Gelar Beragam Acara
Kantor Camat Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Padang- Usai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh, warga Jorong Sungai Tampang Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam memiliki tradisi tahunan menyambut datangnya hari kemenangan. Sehingga suasana Lebaran menjadi meriah dan gemerlap. Tradisi ini dilaksanakan selama 3 hari 3 malam.

Tradisi Lebaran diawali dari malam takbiran. Meski terus dilanda hujan selama beberapa hari belakangan, namun warga Sungai Tampang tetap melaksanakan pawai takbiran dengan meriah. Pawai takbiran tahun ini digelar Kamis (11/10) karena Sholat Ied dilaksanakan pada hari Jumat (12/10).

Pawai takbiran diikuti ratusan warga Sungai Tampang. Mereka turun ke jalan-jalan sambil membawa colok (obor, red) mengelilingi setiap sudut kampung. Selama perjalanan suara takbir dan tahmid terus menggema dari setiap orang yang ikut pawai takbiran. Dimulai sekitar pukul 20.00 WIB pawai takbiran ini dilakukan warga hingga pukul 23.00 WIB.

Sabtu paginya (13/10) tradisi Lebaran dilanjutkan dengan acara pemuda berisi sejumlah perlombaan tradisional seperti lomba meninju limau, menangkap belut, pacu terompa (sandal, red) panjang, pacu biduak dan lainnya. Selama perlombaan dentuman tambua (alat musik tradisional Sungai Tampang) yang terus membahana seakan ikut menambah semaraknya perlombaan.

Malamnya kegiatan dilanjutkan dengan adu rakik (sampan) yakni sampan peserta dihias menggunakan obor, lilin dan lainnya sehingga seperti kapal sungguhan. Selain itu rakik tersebut juga diisi dengan meriam betung dan kembang api. Pelaksanaannya masing-masing rakik berlayar mengelilingi sejumlah rute sambil melepaskan dentuman meriam betung dan kembang api sehingga suasana sangat semarak. Penilaian terdiri dari kerapian rakik, kekompakan dan dahsyatnya bunyi letusan. Kegiatan pacu rakik berakhir hingga pukul 00.00 WIB dinihari. Hari ketiga atau Minggu paginya (14/10) tradisi Lebaran dilanjutkan dengan penampilan seni dan tari anak-anak. Semua anak-anak Sungai Tampang ikut bagian dalam perlombaan ini menampilkan berbagai kreativitasnya. Ada yang bernyanyi, menari, puisi bahkan ada juga yang melakukan breakdance.

Malamnya masuk kepada acara anak muda yakni kegiatan organ tunggal. Ratusan muda-mudi Sungai Tampang tumpah ruah melihat tampilan penyanyi yang dipersiapkan pemilik organ tunggal. Wali Jorong Sungai Tampang S Alam mengatakan tradisi Lebaran ini terus dihelat warga Sungai Tampang setiap tahunnya.

Sumber : www.kotasolok.org
Kredit foto : www.kabupaten-agam.go.id


Dibaca : 2.286 kali.

Tuliskan komentar Anda !