Close
 
Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 988
Hari ini : 15.707
Kemarin : 58.870
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

22 oktober 2007 02:20

Terkait Mencuatnya Dukung Mendukung Cagubsu: Diharapkan Elit Melayu Bisa Bersatu

Medan- Terkait mencuatnya dukung mendukung Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu), yang berakhir menjadi polemik terutama dari kalangan Melayu tampaknya mendapat perhatian serius dari masyarakat.

Karena, dikhawatirkan potensi Melayu justru nantinya dapat diambil oleh kandidat Cagubsu lainnya jika pemimpin Melayu belum juga saling bergandengan tangan dan menyatukan pandangan di antara tokoh Melayu itu sendiri .

Sebagaimana ditegaskan masyarakat Melayu seperti Zainuddin dari masyarakat Melayu Kecamatan Medan Polonia, Khairuddin dari Kecamatan Medan Area, Burhanuddin dari Kecamatan Medan Denai, Faisal dari Marelan, Husna dari Medan Tuntungan, Rizal dari Medan Johor, Hasanah dari Medan Amplas, Azmi dari Hamparan Perak, Azwar dari Tanjung Morawa dan Hanafi dari Percut Sei Tuan kepada wartawan saat menyikapi pro kontra dukungan tokoh-tokoh Melayu yang akan maju sebagai Cagubsu, Minggu (21/10).

Mereka mengatakan, Cagubsu dari kalangan Melayu seperti Syamsul Arifin (Ketua Umum PB MABMI), HM Ali Umri (Presiden GAMI) dan Prof Johar Arifin (Ketua PB MABMI), hendaknya dapat bersatu dan tidak terpecah belah.

Sebagai masyarakat awam dari golongan menengah ke bawah merasa terombang ambing dengan pemberitaan dukung mendukung kepada elit Melayu di media massa beberapa waktu lalu.

Misalnya, pemberitaan tentang adanya pernyataan Tengku Lukman Sinar mendukung HM Ali Umri walaupun posisinya di MABMI, T Lukman Sinar sebagai Ketua Dewan Adat. Begitu pula GAMI, T Lukman Sinar memiliki jabatan. Padahal di MABMI sendiri, Ketua Umumnya merupakan Cagubsu.

Siapa yang harus mereka teladani bila elit Melayu saja sulit bersatu, tanya mereka. “Kami khawatir, potensi Melayu nantinya diambil oleh kandidat lain apabila pemimpin Melayu belum mampu bergandengan tangan menyatukan pandangan untuk Cagubsu,” ucap mereka.

Sumber: www.analisadaily.com


Dibaca : 1.517 kali.

Tuliskan komentar Anda !