Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
31 oktober 2007 06:51
Kongres Budaya Banjar I: Maangkat Batang Tarandam
Patuh-tunduk wan adatnya Istiqamah wan amanahnya Menjunjung tinggi budaya, ilmu amal sepanjang masa Bamufakat lagi maruhuiakan sabarataan
Banjarmasin- Maangkat batang tarandam, istilah itu lazim dipakai urang Banjar untuk kembali memunculkan sesuatu yang terendam, terpendam. Istilah itu pula yang kini banyak digaungkan untuk kembali mengangkat kepermukaan budaya Banjar, yang seolah-seolah seperti batang taradam.
Upaya mengangkat budaya Banjar itu kini dihelat dalam satu pertemuan yang cukup besar, yakni Kongres Budaya Banjar I yang dilangsungkan mulai hari ini dan besok, Kamis (1/11). Tak saja para budayawan dan pemerhati seni budaya di banua yang akan berkumpul, tapi juga hadir urang Banjar yang selama ini tinggal di perantauan seperti Tambilahan, Riau, dan Malaysia. Malam tadi, kongres budaya ini secara resmi telah dibuka dengan dihadiri ratusan undangan.
Ada beberapa materi penting yang akan dihadirkan di kongres yang dilaksanakan di Aula Bapedda Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) hari ini. Mulai pukul 09.00 Wita, kongres budaya diawali dengan topik Bahasa dan Sastra yang menampilkan Prof Dr H Djantera Kawi yang mengusung tema Sastra Banjar: Upaya Meningkatkan Apresiasi Generasi Muda, dan Prof Drs H Abdul Djebar Hapip dengan tema Bahasa Banjar dan Generasi Muda.
Setelah itu, akan dihadirkan topik Arsitektur, Kesenian Rakyat, dan Makanan Tradisional Banjar. Pada sesi ini, Drs H Syamsiar Seman membawakan makalah Eksistensi Arsitektur Tradisional Banjar dalam Menghadapi Arus Modernisasi Bangunan Mutakhir. Selanjutnya Drs Baktiar Sanderta dengan materi Kesenian Rakyat Banjar, dan Hj Yurliani Djohansyah dengan Re-aktualisasi Makanan Tradisional Banjar.
Sebagai penutup kegiatan hari pertama, pada pukul 14.30 hingga 16.30 Wita, akan dihadirkan topik Tradisi Migrasi dan Resistensi Orang Banjar di Perantauan. Pada topik ini tampil Drs H Ramli Nawawi (Yogyakarta) dengan judul Para Pedagang Intan Perintis Komunitas Warga Banjar di Kesultanan Yogyakarta. Sementara TNB H Indra Muchlis Adnan (Riau) membawakan Tradisi Madam Orang Banjar, dan Taufik Arbain S Sos MSi (Banjarmasin) dengan judul Migrasi Banjar di Kalimantan (catatan kecil pola migrasi antar kawasan).
“Malam harinya akan kami isi dengan makan malam bersama, dan pagelaran Seni Budaya Banjar di Taman Budaya Provinsi Kalimantan,” terang Syarifuddin, Sekretaris kegiatan yang juga Ketua Harian Dewan Kesenian Kalsel.
Untuk hari kedua jelas Syarifuddin, mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita, akan dihadirkan Kambang Rampai Kongres yang sengaja digelar untuk menampung aspirasi, pemikiran, ide, atau gagasan dari seluruh peserta kongres. Tentunya, ide dan pemikiran tersebut berkaitan erat dengan dunia seni dan budaya di Kalimantan Selatan.
“Kegiatan hari kedua akan kami tutup di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalsel, sekitar pukul sepuluh malam. Selain diisi sambutan-sambutan, acara penutupan juga akan dibacakan laporan panitia dan hasil kongres yang telah dilaksanakan. Kami pun akan menghadirkan kembali beberapa atraksi kesenian Banjar,” sambung Syarifuddin yang juga menjabat Kasubdin Bina Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel.
Untuk diketahui, kongres ini akan diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari mahasiswa, seniman, budayawan, dan tokoh masyarakat.
10 Seniman dan Budayawan Kalsel Dapat Penghargaan
Sementara itu, di Gedung Mahligai Pancasila tadi malam, selain membuka Kongres Budaya Banjar I secara resmi, Gubernur Kalimantan Selatan juga menyerahkan Penghargaan Seni dan Sastra kepada sepuluh seniman, budayawan, juga sastrawan di Kalimantan Selatan ini.
Kesepuluh penerima Penghargaan Seni itu adalah Drs Tarmuji (Kab Banjar) dan Misdamayanti (Kab Tanah Laut) untuk kategori teater, H Matani (Batola) dan M Yusuf (Tapin) untuk kategori Tari, Hendra Cipta (Banjarmasin), Jaya Renggana (Banjarmasin), dan Drs Noor Hasan (Banjarmasin) untuk kategori musik, Sandi Firly (Banjarbaru/ redaktur budaya Radar Banjarmasin) dan Drs Abdu Tadjuddin Noor (Tabalong) untuk kategori sastra, serta Ali Seven (Banjarmasin) untuk kategori seni rupa.
Sedangkan pada sambutannya, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin menyatakan selamat datang dan selamat berkongres kepada seluruh peserta. “Saya mengucapakan selamat datang kepada warga Banjar perantauan, dan selamat berkongres,” ujarnya.
Sumber : www.radarbanjar.com Kredit foto : www.tamanmini.com