Minggu, 23 Agustus 2026 |Isnain, 9 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 979
Hari ini
:
15.415
Kemarin
:
20.520
Minggu kemarin
:
178.006
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
14 november 2007 06:13
Pusat Bahasa Pantau Penggunaan Bahasa oleh Media Massa
Bandarlampung- Kantor Pusat Bahasa di Jakarta yang salah satu tugasnya membina Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, terus memantau penggunaan bahasa nasional itu oleh media massa dan para wartawan agar tidak menyimpang. "Media massa dan teman-teman wartawan berperan penting, untuk ikut memasyarakatkan penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar," kata Kepala Bidang Pembinaan Pusat Bahasa, Drs Mustakim MHum, di Bandarlampung, Rabu.
Pusat Bahasa itu melakukan penilaian atas penggunaan bahasa nasional di media massa, khususnya media cetak, untuk membuat pemeringkatan media cetak yang dinilai terbaik dalam penggunaan Bahasa Indonesia.
Menurut Mustakim, pada tahun 2007 terdapat 67 media cetak yang dinilai Pusat Bahasa itu.
Pusat Bahasa memeringkatkan media cetak yang berkategori baik dalam penggunaan Bahasa Indonesia, diantaranya Koran TEMPO, Kompas, Media Indonesia, dan Suara Pembaruan, serta beberapa media cetak lainnya. "Sementara ini, kami masih terbatas menilai penggunaan Bahasa Indonesia dalam media cetak, belum media lain, seperti media audio visual (multimedia) berupa televisi, radio, kantor berita maupun internet," ujar Mustakim lagi.
Dia mengingatkan, wartawan dan media massa dapat saja menggunakan istilah atau langgam bahasa khas dalam media massa (bahasa ragam pers), namun hendaknya tetap berpatokan pada kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. "Wartawan dan media massa tetap boleh memakai istilah atau ragam bahasa pers untuk memperlancar komunikasi dengan masyarakat luas, tapi jangan sampai menyimpang dari kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar," demikian Mustakim.
Mustakim berada di Lampung mewakili Kepala Pusat Bahasa, Dr Dendy Sugono untuk mengikuti Kongres Bahasa-Bahasa Daerah wilayah barat yang dilaksanakan di Bandarlampung, 12-13 November 2007.