Minggu, 26 April 2026 |Isnain, 9 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 529
Hari ini
:
12.268
Kemarin
:
23.172
Minggu kemarin
:
7.342.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
03 desember 2007 05:50
Bedah Buku `Sokola Rimba` Butet Manurung di Jambi
Jambi- Aktivis Butet Manurung yang pada 1999 menjadi guru pendidikan alternatif Orang Rimba atau suku Kubu di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) Kabupaten Sarolangun, Jambi, akan meluncurkan buku Sokola Rimba (Sekolah Anak Rimba).
Koordinator bedah buku dan peluncuran buku Sokola Rimba Deddi Shalad di Jambi, Senin (3/12), mengatakan, kegiatan yang terbuka untuk umum itu akan diselenggarakan di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, 6 Desember 2007. Pembicara antara lain Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Rahmat Derita, Peneliti LIPI Herry Yogaswara, dan Butet Manurung.
Butet yang kini mendirikan lembaga pendidikan Sokola berpusat di Bekasi, Jawa Barat, meluncurkan buku itu sebagai ungkapan pengalamannya ketika menjadi guru Orang Rimba.
Pada 1999, Butet masuk hutan tempat Suku Anak Dalam mencoba menawarkan pengetahuan baca-tulis-hitung. Pada awal kedekatannya dengan Orang Rimba banyak pengalaman baru, pergulatan pemikiran, sampai akhirnya ia bisa mengajar setelah mempelajari karakter, cara hidup, serta adat istiadat Orang Rimba.
Dalam bedah buku itu juga berbicara pula Peniti Benang, salah satu kader guru Sokola Rimba yang pernah mengajar di program sekolah pesisir di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Jambi adalah kota kelima kami mengadakan acara bedah buku ini. Sejak Agustus 2007 kami sudah menyelenggarakan di empat kota besar Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Palangkaraya," kata Deddi. Kota lain yang direncanakan adalah Medan dan Makassar.
Jambi menjadi kota penting untuk kegiatan itu karena masyarakat Jambi dinilai paling banyak berinteraksi dengan Orang Rimba. Butet juga ingin membongkar stereotip negatif yang selama ini sering dilekatkan pada Orang Rimba.
Buku tersebut diharapkan menjadi media masyarakat untuk mengenal lebih mendalam kehidupan Orang Rimba melalui kisah yang dituturkan Butet.
Sumber : Media Indonesia Kredit foto : www.wg-tenure.org