Close
 
Senin, 21 Agustus 2017   |   Tsulasa', 28 Dzulqaidah 1438 H
Pengunjung Online : 2.716
Hari ini : 19.583
Kemarin : 101.896
Minggu kemarin : 225.915
Bulan kemarin : 10.532.438
Anda pengunjung ke 103.024.305
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

08 desember 2007 06:17

Presiden SBY ke Medan Bersilaturahmi Dengan Pembesar Kesultanan dan 5000 Masyarakat Melayu

Medan- Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ny Ani Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri akan bersilaturahmi dengan pembesar Kesultanan Deli dan makan bersama dengan sedikitnya 5000 masyarakat dan tokoh Resam Melayu Deli di Istana Maimoon 19 Desember 2007. Kunjungan itu nantinya merupakan peristiwa bersejarah karena pertama kalinya Presiden RI berkunjung ke Istana Maimoon.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Letjend (Purn) DR TB Silalahi kepada wartawan saat bertemu dengan sejumlah pembesar Resam Melayu Deli di antaranya Tengku Husni bergelar Tengku Temenggung, Tengku Fauziddin bergelar Pangeran Deli dan Datuq H Ahmad Fauzi sebagai Kepala Urung Sukapiring, di Istana Maimoon Jalan Brigjend Katamso Medan, Kamis (6/12). Turut hadir Kapoltabes MS Kombes Bambang Soekamto, Kepala Bappedasu Drs RE Nainggolan MM, Drs Gandi Tambunan dan GM PT PLN Kitsu Ir Albert Pangaribuan.

Menurut TB Silalahi, selain bertemu dengan para pembesar dan keturunan Sultan Maimoon dan masyarakat Melayu Presiden SBY juga menghadiri acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Medan bersama Menteri Sosial.

Kunjungan Presiden ke Istana Maimoon, kata TB, merupakan kehormatan besar bagi masyarakat adat atau resam Melayu Deli karena selain menteri turut pula sejumlah pengusaha dalam dan luar negeri serta perwakilan tokoh Melayu dari Singapura dan Malaysia. “Dalam kunjungannya nanti, Presiden membawa rombongan pengusaha nasional dan investor dari luar negeri. Rombongan dari Singapura dan Malaysia juga akan hadir. Presiden nanti akan makan bersama di dalam pembesar kesultanan Deli sementara masyarakat juga ikut makan di halaman Istana Maimoon,” katanya.

Kedatangan TB Silalahi meninjau Istana Maimoon untuk mempersiapkan kedatangan Presiden beserta rombongan nantinya agar segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Sebelumnya, penasehat senior Presiden SBY itu juga telah mengkoodinasikan pengamanan dengan Kapoldasu Irjen Nurudin Usman dan Kepala Bappedasu Drs RE Nainggolan MM di Apron Kelapa Sawit Lanud Medan.

Sementara itu, Tengku Fauziddin bergelar Pangeran Deli kepada pak TB Silalahi mengatakan, dalam kunjungannya nanti keluarga kesultanan akan menggelar upacara kebesaran adat Melayu Deli sebagai bentuk penghormatan yang tinggi kepada Presiden SBY. Selain itu juga akan mempegelarkan suguhan seni budaya agar Presiden dan ibu bisa semakin mengenal kebudayaan resam Melayu Deli.

Dalam jamuan makan yang dilakukan di singgasana Sultan Deli, para pembesar kesultanan kepada TB Silalahi mengatakan, istilah resam digunakan menyebut puak masyarakat Melayu Deli daripada menggunakan istilah ethnis Melayu. Resam maksudnya adalah peradaban Melayu.

Soalnya menurut para pembesar Kesultanan itu, masyarakat Melayu Deli sangat luas bahkan kelompok masyarakat Karo pun banyak yang sudah bergelar pembesar Melayu. Sehingga istilah masyarakat Melayu digunakan dengan istilah resam (peradaban).

Diakui pembesar itu sebelumnya memang belum ada Presiden RI yang berkunjung ke Istana Maimoon. Sebelumnya, Wapres Adam Malik, Ibu Tien Suharto dan Wapres Jusuf Kalla juga sudah pernah datang berkunjung.

Disebutkan, kedatangan Presiden SBY ini difasilitasi Letjend (Purn) TB Silalahi karena menganggap peradaban Melayu sebenarnya cukup tinggi dan mewarnai kebudayaan Indonesia secara nasional. Tetapi ironis, masyarakat Melayu sepertinya kurang mendapatkan perhatian serius baik dari pemerintah pusat maupun daerah. “Kita berharap dengan kedatangannya nanti, Presiden bisa semakin mengenal dengan dekat peradaban Melayu ini,” ujar TB Silalahi.

Sumber : Harian SIB


Dibaca : 3.273 kali.

Tuliskan komentar Anda !