Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
20 februari 2008 07:39
Menuju Negeri Zapin Bengkalis
Jakarta- Pemerintah Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau serius berupaya mengukuhkan wilayahnya sebagai Negeri Zapin, pusat kebudayaan seni tari dan bernyanyi khas kabupaten Bengkalis. Hal ini dibuktikannya lewat sosialisasi yang dilakukan pemerintahnya dengan menggagas rangkaian acara Semarak Negeri Zapin, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, 15 - 18 Februari 2008.
Hal ini diungkapkan, Bupati Bengkalis H Syamsurizal ketika ditemui SP di tengah-tengah acara puncak Semarak Negeri Zapin, di Graha Bakti Budaya, Senin (18/2) malam. Menurut Syamsurizal, acara ini merupakan upaya menyosialisasikan Bengkalis sebagai Negeri Zapin agar dapat diterima masyarakat luas.
"Acara seperti ini telah menjadi cita-cita pemerintah Bengkalis untuk melestarikan budaya zapin sebagai budaya masyarakat khas. Kebudayaan seperti ini perlu diperkaya karena jika digali lagi, Indonesia punya banyak seniman-seniman yang andal dan berkualitas," ujar Syamsurizal.
Hal serupa juga disampaikan Ketua Acara dari Yayasan Panggung Melayu Asrizal Nur. Menurut dia, Semarak Negeri Zapin diselenggarakan untuk memperkaya khazanah budaya bangsa Indonesia dan memperkuat jati diri kemelayuan yang bermartabat.
"Oleh karena itu, acara seperti ini menjadi penting, bukan hanya karena untuk tujuan memperkaya khasanah budaya bangsa tapi juga untuk mempertahankan dan melestarikan kekayaan budaya Tanah Air," tutur Asrizal.
Sebelum puncak acara Semarak Negeri Zapin, Yayasan Panggung Melayu dan pemerintah kabupaten Bengkalis menggelar festival penyanyi Zapin se-Indonesia yang diselenggarakan 15 - 17 Februari 2008 dan diikuti oleh hampir 100 orang dari berbagai provinsi di Tanah Air.
Sementara, puncak acara Semarak Negeri Zapin diawali dengan pembacaan pidato dan pengumuman pemenang festival penyanyi zapin. Puncak acara juga menampilkan penayangan film dokumenter Negeri Zapin, yang memperlihatkan budaya Zapin yang luar biasa berkembang dan tak dapat dipisahkan dari masyarakat Bengkalis.
Acara dilanjutkan dengan penampilan Hendri Lamiri menggesek biola, kemudian hentikan musik Zapin Butong, dan atraksi tari-tarian dari Sanggar Putih Melati. Darmansah menghibur penonton dengan membawakan lagu Negeri Junjungan disusul penampilan Wawa Marisa melantunkan Tenun Lejo.
Kemudian orasi budaya Negeri Zapin yang disampaikan Ketua Dewan Kesenian Bengkalis Riza Pahlevi, dilanjutkan dengan orasi Negeri Zapin oleh Budayawan dan Pemerhati Budaya Melayu dari Universitas Indonesia Maman S Mahayana.
Bersamaan dengan itu, diluncurkan pula album musik Zapin Bermadah oleh Oesman dan Rini. Album ini diharapkan memberikan warna pada kancah musik Indonesia dengan mengedepankan karya budaya asli Indonesia. Puncak acara Semarak Negeri Zapin diakhiri dengan penampilan duet Oesman dan Rini melantunkan Joget Lambak.
Alat Pemersatu
Melalui acara ini diharapkan, kekhasan suatu budaya dapat menjadi alat pemersatu pembangunan di tengah-tengah masyarakat dalam waktu mendatang. Syamsurizal juga berharap, nantinya, kebudayaan melayu mampu mendamaikan daerah-daerah berkebudayaan melayu lainnya, baik di Indonesia maupun di luar dari Indonesia.
Syamsurizal mengatakan, melihat antusiasme masyarakat yang cukup besar dengan terselenggaranya acara ini dan demi melestarikan kebudayaan zapin, pemerintah Bengkalis berniat menjadikan Semarak Negeri Zapin sebagai annual event. Tak tanggung-tanggung, dia bahkan berharap akan lahir acara-acara serupa dengan ruang lingkup yang lebih luas lagi menjangkau daerah-daerah berbudaya melayu.
"Acara ini diusahakan menjadi agenda tahunan pemerintah Kabupaten Bengkalis dan pelaksanaannya diupayakan akan lebih meluas dengan melibatkan negara-negara tetangga yang berkebudayaan melayu seperti, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Dengan demikian, kebudayaan zapin atau pun kebudayaan melayu dapat menjadi pemersatu antar masyarakat dan antar negara," tutur Syamsurizal.