Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.251
Hari ini : 16.486
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

08 november 2007 02:20

Negara Sahabat Terkesima Tari Zapin Jagat Belincah

Negara Sahabat Terkesima Tari Zapin Jagat Belincah

Palembang- Tari Zapin Jagat Belincah yang dibawakan dengan elok dan apik oleh tim tari Sanggar Bunda, pada pembukaan Festival Seni Tari Melayu Nusantara (FSTMN) VI di Griya Agung tanggal 7 November lalu, benar-benar memukau tamu yang hadir. Gemulai dan lincahnya para penari yang dikoordinatori Hj Irma ini tidak hanya menyemarakkan FSTMN VI, tetapi makin membangkitkan semangat tim tari dari luar daerah Sumsel yang diundang, untuk pamer seni dan budaya daerah masing-masing.

Bukan hanya tamu dari dalam negeri, namun tamu dari beberapa negara sahabat seperti Brunai Darussalam, Thailand, dan Malaysia tampak terkesima dengan satu dari ribuan jenis tari asli Sumsel tersebut. Sayang, kali ini Singapura tidak dapat hadir. "FSTMN ini digelar tak lain karena ingin mempererat hubungan persaudaraan sesama negara rumpun Melayu. Namun lebih dari itu, melalui FSTMN kita akan lebih mengenal kebudayaan Melayu sebagai akar kebudayaan Nusantara dalam mempromosikan Sumsel pada masyarakat luar, terutama yang ada kaitannya dengan rumpun Melayu,” tegas Ir Syahrial Oesman MM, gubernur Sumsel saat membuka secara resmi FSTMN VI, dengan ditandai pemukulan tambur.

Festival Seni Tari Melayu Nusantara VI ini dihelat selama 5 hari mulai 5 November dan berakhir 9 November 2007. Usai pembukaan, langsung dihelat festival hari ke-1. Ada 3 provinsi yang tampil pada festival hari ke-1, yaitu tim kesenian Bengkulu, tim kesenian Sumatera Utara dan tim kesenian Jawa Timur. Provinsi Bengkulu misalnya mengusung Tari Joget Selendang dan Urong Pelesir, Sumut tari Lancang Kuning, Rentak, dan Bersendah. Jawa Timur, tari Dipendi-pendi.

Sedangkan festival hari ke-2 (7 November) dan hari ke-3 (8 November), akan dipusatkan di atrium Palembang Indah Mall (PIM), mulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Tim kesenian yang akan unjuk kebolehan pada hari ke-2 ini, yaitu Sumsel (Mura), Babel, Sumut (Langkat), Kalteng (Barito Utara), DKI Jakarta (Trisakti), Sumbar (Padang Panjang), Lampung, Riau dan Jambi. Sementara yang tampil pada hari ke-3 yaitu Sumsel (OKI), NAD, Kalteng (Seruyan), Malaysia (ASKM) dan Kaltim. Sementara Jumat 9 November, kepulangan peserta ke daerah atau negara masing-masing.

Event ini juga terkait dengan program nasional Visit Musi Year yang secara resmi akan di-launching pada 5 Januari 2008. Banyak gelaran acara yang bakal diusung pada Visit Musi Year 2008 tersebut. Januari misalnya, akan ada pawai kendaraan hias bernuansa Islam sekaligus menyambut 1 dan 10 Muharam 1429 H. Ada juga festival lagu antarpaguyuban se-Sumsel.

Selain itu, ada beberapa event olahraga internasional terkait Visit Musi, di antaranya international rally seri II and speed rally I, International Aeromodeling Championship, International Fishing Tournament IV, dan international triathlon, para sailing, water ski and jet ski championship, sky diving exhibition.

“Adanya Visit Musi ini, untuk mendukung program Visit Indonesia Year. Setiap bulan ditahun 2008 tersebut, pasti ada beragam kegiatan, baik skala nasional maupun internasional. FSTMN ini merupakan salah satu awal dari program Visit Musi,” tukas suami Maphilinda ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumsel, Rahman Zeth mengungkapkan bahwa seluruh tim kesenian/kontingen, akan diberi penghargaan berupa pelakat atau piala khusus. "Bagi 3 penyaji dan penata musik terbaik, penata gerak terbaik, penata busana/make up terbaik serta tim favorit, akan diberi penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumsel berupa piagan, trofi, dan uang pembinaan," ungkapnya.

Sumber : www.sumeks.co.id


Dibaca : 4.189 kali.

Tuliskan komentar Anda !