Close
 
Jumat, 12 Juni 2026   |   Sabtu, 26 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.742
Kemarin : 18.252
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

20 maret 2008 00:53

SBY Kunjungi Kampung Makassar di Cape Town

SBY Kunjungi Kampung Makassar di Cape Town
Presiden SBY dan Ibu Ani beserta Gubernur Western Cape, Ebrahim Rasool,
berdoa di makam Syeikh Yusuf.
Makam ini terletak di Kramat Macassar, Cape Town, Afrika Selatan.

Cape Town- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disambut sangat hangat oleh komunitas Melayu di Afrika Selatan saat berziarah ke makam Syekh Yusuf di Kampung Makassar (Macassar), Cape Town, Minggu siang (16/3).

Dengan bacaan Salawat Badar yang syair dan nadanya tak beda dengan yang dilantunkan warga Nahdlatul Ulama (NU) di tanah air sekarang, puluhan anak Taman Pendidikan Alquran (TPA) Masjid Nurul Latif tampak bersemangat menyongsong kedatangan SBY dan rombongan.

Kunjungan ke Cape Town adalah kunjungan pertama presiden setelah mengikuti KTT Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Dakar, Senegal, yang berakhir Jumat (14/3). Saat tiba di Masjid Nurul Latif dan makam Syekh Yusuf, SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono diantar langsung oleh Ibrahim Rasool, premier (setara gubernur) negara bagian Western Cape, yang kebetulan nenek moyangnya juga berasal dari Indonesia.

“Saya bersyukur bisa salat di masjid tempat Syekh Yusuf. Beliau pernah mengajarkan Islam yang damai dan toleran di Afrika Selatan,” kata SBY dalam bahasa Inggris yang fasih kepada umat Islam di masjid itu.

Syekh Yusuf adalah pejuang sekaligus keponakan Raja Goa, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dibuang Belanda ke Cape Town pada akhir abad ke-17. Tokoh yang sejak 2005 oleh Presiden Tabo Mbeki juga diakui sebagai pahlawan nasional Afrika Selatan itu sangat dihormati oleh komunitas muslim di sana.

Saat ini jumlah warga keturunan Melayu muslim di Cape Town, ibu kota Western Cape, mencapai 800 ribu orang (dari total 3,27 juta total populasi). Perekonomian di kota pelabuhan yang cantik itu sedang tumbuh pesat. Terutama dari sektor pariwisata.

Para warga keturunan Melayu tersebut (sebagian besar keturunan Indonesia) sudah banyak yang jadi tokoh terkemuka di Afrika Selatan. Termasuk Ibrahim Rasool, SBY mencatat ada 26 orang yang menjadi figur terkemuka di sana. “Pak Ibrahim Rasool kepada saya mengaku keturunan orang Sleman, Jogjakarta,” kata SBY.

SBY akan mengundang ke-26 tokoh itu untuk berkunjung ke Indonesia.

Presiden yakin, mereka bisa menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan kerja sama budaya, agama, dan perekonomian kedua negara. Ibrahim Rasool mengakui hubungan Afrika Selatan, terutama Western Cape, dengan Indonesia sudah tersambung cukup lama. Yakni, sejak kunjungan Presiden Soeharto pada 1997. Lantas, dilanjutkan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, Indonesia membantu renovasi Masjid Nurul Latif hingga selesai. Masjid baru yang cukup megah itu diresmikan Wapres Jusuf Kalla pada 2005.

“Beberapa komponen masjid, terutama mimbar kayu dan kaca hias, bahkan didatangkan langsung dari Indonesia,” jelas Ibrahim yang sudah tidak bisa berbahasa Indonesia itu.

Karena komunitas Melayu di Afsel (Afrika Selatan) berasal dari banyak suku bangsa (termasuk warga Tidore dan Sumbawa yang pemimpin agamanya juga dibuang di sana), presiden menginginkan hubungan dengan Western Cape terus diperluas.

“Saat ini Western Cape sudah ada hubungan sister province dengan Sulsel. Tapi, saya kira hubungan bisa ditingkatkan lebih jauh. Termasuk dengan provinsi lain di Indonesia,” kata presiden.

Sumber : www.kaltimpost.net
Kredit foto : www.presidensby.info


Dibaca : 4.602 kali.

Tuliskan komentar Anda !