Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
15 agustus 2008 07:39
Mahasiswa NUS Kunjungi BKPBM
Yogyakarta, Melayuonline.com—Dua mahasiswa National University of Singapore (NUS) yang sedang magang di Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada berkunjung ke Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Yogyakarta. Kunjungan pada Rabu siang itu (13/08/08) didampingi oleh Direktur PSSAT-UGM, Dr. Aris Arif Mundayat, Sekretaris PSSAT-UGM, Gilang Desti Parahita, S.IP., serta dua orang tutor, yakni Santi dan Mita.
Selain magang di PSSAT-UGM, dua mahasiswa dari negeri tetangga ini datang ke Yogyakarta untuk melakukan penelitian tentang khasanah kebudayaan tradisonal yang ada di wilayah ini. Kedatangan dua mahasiswa tersebut mendapatkan sambutan ramah dari Pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra, SH. MM. selaku Pemangku BKPBM dan sekaligus Pimpinan Umum Melayuonline.com, ditemani oleh Yuhastina Sinaro, S.ST.Par. dan Hadi Kurniwan, S.H.I selaku Humas dan Pelaksana Harian BKPBM.
Sebagai Pusat Kajian yang bergelut di bidang Kebudayaan, BKPBM memang telah lama menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga, di antaranya dengan PSSAT-UGM. Kunjungan dua mahasiswa dari NUS ke BKPBM ini merupakan bagian dari implementasi kerjasama dua lembaga ini untuk memfasilitasi para peneliti, baik dari domestik maupun mancanegara, yang ingin mengkaji dan meneliti khasanah kebudayaan Indonesia. Dua mahasiswa tersebut rencananya juga akan magang di BKPBM untuk mempelajari kebudayaan Melayu.
Di awal kunjungannya, dua mahasiswa yang bernama Alexander dan Alexandra ini sengaja diajak berkeliling dari ruangan ke ruangan untuk melihat proses kerja keredaksian para kru BKPBM dalam mendokumentasikan, menulis, dan meng-upload segala hal yang berkait dengan kebudayaan Melayu dalam tiga portal, www.melayuonline.com, www.wisatamelayu.com, dan www.rajaalihaji.com.
Setelah beberapa waktu, dua mahasiswa ini berkumpul dalam ruang pertemuan BKPBM untuk sekadar berbincang-bincang dan berkenalan. Dalam acara bincang-bincang tersebut, Mahyudin Al Mudra tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya atas kedatangan dua peneliti dari Singapura yang juga masih menjadi mahasiwa semester lima pada Kajian Asia Tenggara di NUS tersebut. MAM, sapaan akrabnya, mengutarakan bahwa kedatangan para peneliti dari luar negeri ke Indonesia, khususnya ke BKPBM, perlu disambut dan diapreseasi secara positif. Menurutnya, “Dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh para peneliti yang mengkaji khasanah kebudayaan Indonesia, atau kebudayaan Melayu secara umum, tentu akan bermanfaat bagi pengembangan keilmuan dan juga kemuliaan tamadun Melayu”.
Acara bincang-bincang informal tersebut juga diisi oleh perkenalan dari dua mahasiswa NUS dan perkenalan dari para Kru BKPBM. Dalam Perkenalannya, Alexandra mengemukakan sangat tertarik dengan kebudayaan Indonesia dengan segala keragaman ekspresinya. Kedatangannya ke Indonesia bertujuan untuk meneliti dan mengkaji kebudayaan Indonesia, khususnya pertemuan kebudayaan modern dan tradisonal di Kota Yogyakarta. Mahasiswa NUS lainnya, Alexander, juga mengungkapkan hal yang sama tentang ketertarikannya pada kebudayaan Indonesia. Kedatangannya ke Yogyakarta adalah untuk meneliti musik keroncong yang merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia. Perbincangan informal ini akhirnya ditutup dengan acara makan siang bersama para tamu dan segenap Kru BKPBM.
(IA/brt/04/08-08)
Jamuan makan siang didukung oleh Alburuuj Catering.