Minggu, 26 April 2026 |Isnain, 9 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 600
Hari ini
:
12.527
Kemarin
:
23.172
Minggu kemarin
:
7.342.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
08 mei 2008 04:39
Tularkan Virus Rezeki untuk Anak Indonesia...
Ibu Ani Yudhoyono menerima sumbangan 100.000 buku dari Kompas Gramedia,
yang diserahkan Presiden Komisaris Kompas Gramedia
Jakob Oetama, di halaman Wisma Negara, Rabu (7/5) pagi.
Jakarta- Buku adalah jendela dunia. Berkat buku, peradaban terus berkembang. Sebagai salah satu bangsa terbanyak penduduknya di dunia, Indonesia bisa dibilang terbelakang budaya bacanya. Di satu sisi, buku belum menjadi prioritas; di sisi lain, bagi sebagian masyarakat, buku masih dianggap barang mahal, tidak terjangkau. Ini persoalan riil yang harus kita sikapi.
Begitu bunyi siaran pers yang dibuat General Manager Public Relations Kompas Gramedia Nugroho F Yudho dan Manajer Promosi PT Gramedia Asri Media Niken Puspita dalam rangka penyerahan sumbangan 100.000 buku kepada Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono sebagai penggagas lahirnya mobil pintar dan pembina Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIP) di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/5).
Penyerahan dilakukan Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama. Hadir antara lain Ketua SIKIP Ny Widodo AS, Ny Sofyan Djalil, dan sejumlah pejabat lainnya.
Nugroho dan Niken membuat siaran pers tentang betapa pentingnya buku dan budaya baca bagi Indonesia. Sementara Ny Ani Yudhoyono kini sedang menyikapi siaran pers itu. Tanggal 18 Mei 2005 Ny Ani bersama para istri menteri kabinet meluncurkan tujuh mobil pintar untuk wilayah Jakarta. Mobil pintar itu seperti perpustakaan bergerak, tetapi dilengkapi komputer, televisi, video compact disk (VCD), dan tutor.
”Saya sering bertemu anak- anak di seluruh Tanah Air. Mereka selalu menyampaikan kepada kami, `Ibu, kami ingin sekali membaca, tetapi tidak mampu untuk membeli`. Karena itu, terpikir oleh saya membikin semacam perpustakaan keliling yang mendatangi mereka,” kata Ny Ani dalam sambutannya.
Namun, karena di Jakarta banyak gang sempit yang tidak bisa dimasuki mobil, maka juga diadakan motor pintar. Tutor dari motor pintar adalah pengemudinya. Bukan hanya banyak gang sempit di Indonesia, tetapi juga banyak sungai dan pulau kecil di Tanah Air ini. Maka, gagasan menyebarkan minat baca dengan perpustakaan versi Ny Ani berkembang bukan hanya dengan mobil dan motor, tetapi juga kapal. ”Nanti tanggal 11 Mei 2008 diluncurkan kapal pintar di Sungai Barito dan Mahakam,” ujar Ibu Negara lagi.
Menurut staf Ibu Negara, Nurhayati, sampai kini ada 38 mobil pintar, 143 mobil pintar, dan 3 kapal pintar yang tersebar di seluruh Tanah Air, termasuk di Papua.
Menurut Nurhayati, banyak masyarakat di kawasan Ragunan, Jakarta, yang menangis saat mobil pintar harus meninggalkan wilayah itu pada 10 September 2005. Mereka ingin perpustakaan gaya Ny Ani itu tetap di daerah mereka.
”Padahal, mobil pintar harus berkeliling terus supaya merata. Muncullah gagasan rumah pintar. Pemerintah setempat waktu itu menyediakan rumah dan bukunya diberi oleh SIKIP. Kini di seluruh Indonesia ada 163 rumah pintar,” ujar Nurhayati.
Ny Ani Yudhoyono berpesan, ”Amalkan buku Anda, akan kami berikan untuk mereka yang membutuhkan. Amal tak harus berupa uang, tetapi bisa berupa buku yang berisi ilmu. Kami menerima buku bekas. Anggap saja ini sebagai virus yang menularkan kepada masyarakat lain untuk menyumbangkan sedikit rezekinya untuk pendidikan anak-anak.”