Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.047
Hari ini : 16.584
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

16 mei 2008 02:15

Situs Bersejarah di Kota Medan Terabaikan

Situs Bersejarah di Kota Medan Terabaikan

Medan- Nasib situs-situs sejarah penting di Kota Medan dan sekitarnya seperti Kota Cina di Medan Marelan, Benteng Putri Hijau di Delitua dan Kota Rantang di Hamparan Perak terabaikan tanpa perawatan. "Disamping dijadikan pemukiman dan lahan pertanian oleh masyarakat setempat, perhatian pemerintah setempat terhadap keberadaan situs bersejarah itu juga sangat minim," kata kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (PUSSIS-UNIMED), Dr. Phil. Ichwan Azhari, MS, di Medan, Kamis (15/5).

Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir kota Medan seakan berlari mengejar ambisi menjadi kota Metropolitan. Namun, ambisi itu telah mengorbankan gedung-gedung tua yang memiliki nilai historis.

Diantaranya gedung Mega Eltra di Jalan Brigjen Katamso yang dulunya adalah kantor dagang perusahaan Belanda bernama Lindeteves-Stokvis dihancurkan pada tahun 2002 untuk pembangunan  Palm Plaza. Begitu juga dengan kompleks perkantoran perusahaan perkebunan Sipef atau PT. Tolan Tiga di sudut antara Jalan S. Parman dan Jl. Zainul Arifin diratakan pada Oktober 2004 untuk memberi jalan bagi pembangunan Cambridge Condominium.

Demikian pula halnya dengan nasib gedung Balaikota Lama Medan yang juga merupakan peninggalan Belanda yang terhimpit oleh bangunan mewah di belakangnya, serta ratusan bangunan lain yang terlantar dan tidak terawat. Menurut dia, Medan bukanlah kota yang unggul dengan pemandangannya alamnya, sehingga wisatawan mancanegara turis yang datang biasanya hanya menjadikan kota Medan sebagai tempat transit atau singgah untuk beberapa saat saja.

"Padahal kalau turis ini mau menetap 3-4 hari saja di Medan, berapa banyak pendapatan masyarakat yang akan meningkat dan akhirnya akan meningkatkan devisa. Kalau kita hanya menyuguhkan mall atau gedung yang modern, tidak akan menarik perhatian para turis. Tapi yang dicari adalah tempat-tempat yang memiliki jejak sejarah yang mengesankan seperti bangunan kuno yang ada di sekitar lapangan Merdeka Medan. Kawasan itu sangat menarik jika ditata dengan apik dan saya yakin akan mampu mendatangkan devisa," katanya.

Sumber : www.mediaindonesia.com (15 Mei 2008)
Kredit foto : img201.imageshack.us


Dibaca : 4.308 kali.

Tuliskan komentar Anda !