Selasa, 21 April 2026 |Arbia', 4 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
3.273
Kemarin
:
24.407
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
19 agustus 2008 07:15
Adat Taber Kampung Diyakini Membuang Sial
Rumah salah seorang warga Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang di taber.
Bangka Belitung- AdatTaber Kampung bagi sebagian masyarakat Bangka Belitung sudah tidak asing lagi. Bahkan di beberapa desa atau kecamatan, adat Taber Kampung ini masih hidup dan dilestarikan masyarakat setempat. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat sejumlah desa di Kecamatan Tempilang diantaranya Desa Tempilang, Sinar Surya, Benteng Kota dan Air Lintang.
Adat Taber Kampung bagi masyarakat di empat desa tersebut sudah menjadi tradisi, dan sudah berlangsung turun temurun sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun silam. Acara Taber Kampung ini biasa dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada bulan Sya‘ban. Acara Taber ini juga biasanya terkait dengan perayaan ruwah dan pesta adat perang ketupat bagi masyarakat desa setempat.
Meski sudah dilaksanakan tiap tahun, namun tahun ini taber kampung masih saja disambut antusias sebagian masyarakat di empat desa tersebut, yang tidak lama lagi akan merayakan ruwah dan pesta adat perang ketupat 2008, tepatnya Minggu (24/8) dan Senin (25/8) mendatang.
Sebagian masyarakat ini masih mempercayai taber kampung dapat membuang segala kesialan dalam hidup dan dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Seperti hasil pantauan Bangka Pos Group di Desa Air Lintang, Senin (18/8) siang kemarin. Ketika sekelompok pria yang dipimpin Siasan alias Wak Jiku, warga Desa Air Lintang, berkeliling untuk melakukan taber kampung dan melintasi jalan raya di kawasan pasar desa setempat, tampak sejumlah pengendara sepeda motor sengaja berhenti sejenak sembari meminta sekelompok pria tersebut memercikkan air taber ke sepeda motor mereka dengan harapan kendaraan mereka tidak tertimpa sial dan dapat mendatangkan rezeki.
Setiap pengendara sepeda motor tersebut terlihat memberikan uang kepada kelompok penaber setelah sepeda motornya di percikkan air taber menggunakan mayang pinang dan daun karamuse.
Pemandangan serupa juga terjadi ketika Wak Jiku cs melakukan taber di Desa Benteng Kota. Sejumlah warga setempat tampak bersuka ria menyambut mereka.
Saat Bangka Pos Group mengikuti jejak Wak Jiku cs melakukan tugasnya di Desa Benteng Kota, kemarin siang, tampak dua orang perempuan setengah baya berlari-lari dari dalam rumahnya sembari berteriak memanggil Wak Jiku cs agar menaber rumah mereka. Bahkan salah seorang wanita tersebut membawa sebuah cangkir kecil untuk menampung air taber dari seorang rekan Wak Jiku.
Tidak hanya itu saja, seorang sopir bus angkutan umum jurusan Tempilang-Pangkalpinang yang kebetulan melintas di jalan raya Desa Benteng Kota dan bertemu rombongan Wak Jiku, menghentikan sejenak laju kendaraannya dan sang sopir bus itu pun meminta supaya busnya di taber juga.
Batu Taber
Ketua Pelaksana Adat Ruwah dan Pesta Adat Perang Ketupat, Keman, mengatakan, air taber tersebut dibuat pada Sabtu (16/8) malam lalu, bertepatan dengan 15 hari bulan Sya‘ban.
Ia menjelaskan, air taber tersebut disebut juga batu taber, terdiri dari campuran beras yang ditumbuk, mata tebu hitam, kunyit, bonglai, cekur, tepung beras dan daun karamuse yang kemudian di berikan doa-doa tertentu oleh dukun darat dan dukun laut.
“Ritual tersebut dilakukan Sabtu (16/8) malam sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Keman kepada Bangka Pos Group di kediamannya Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang, Senin (18/8).
Keman mengungkapkan, taber dipercaya miliki banyak khasiat diantaranya menyembuhkan penyakit besek atau alergi kulit, menghilangkan tasak atau kesialan dan buyong sumbang atau membuang kesialan akibat perkawinan yang masih memiliki hubungan keluarga. Disinggung mengenai uang yang diberikan warga kepada kelompok penaber, Keman menyebutkan, uang tersebut sebagai pemasin dari warga yang ditaber. (suhendri)