Close
 
Selasa, 21 April 2026   |   Arbia', 4 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.743
Kemarin : 24.407
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

11 maret 2008 01:05

Rumah Panggung Khas Babel Punah

PangkalpinangRumah panggung yang menjadi ciri khas tradisi masyarakat Melayu Bangka Belitung  (Babel) dinyatakan punah. Jangankan di perkotaan, di pedesaan pun populasi rumah panggung dapat dihitung dengan jari.  Pemangku Adat Masyarakat Babel Suhaimi Sulaiman kepada Bangka Pos Group, Senin (10/3) menuding arus modernisasi yang terjadi di negeri ini menjadi pemicu kepunahan adat dan tradisi berumah panggung.

"Ini bukan terancam punah lagi, tetapi memang sudah benar-benar punah. Apalagi di kota seperti Pangkalpinang ini, rumah panggung akan sulit ditemukan. Orang lebih memilih membangun rumah bergaya modern, dengan beton, dengan gaya barat, dan sebagainya. Tapi apakah itu yang namanya modern?" kata Suhaimi.

Ia menilai masyarakat telah salah kaprah dalam mengartikan modernisme. Bahkan dalam persoalan ini, ia menuding masyarakat telah melupakan akar tradisi yang seharusnya dipertahankan. "Rumah panggung itu kan identitas budaya kita. Anda bisa keliling Babel ini, dan jumlah rumah panggung tidak seberapa lagi. Coba bandingkan dengan komplek perumahan elite, modern, bergaya barat, maka rumah panggung sudah tersalip," tegasnya.

Menjamurnya komplek perumahan yang ada, ternyata dibarengi dengan minat masyarakat yang menyenangi rumah-rumah bergaya modern. Padahal, menurut Suhaimi, rumah di komplek-komplek tersebut tidak mengesankan budaya Melayu sama sekali. "Lihat saja, WC di dalam kamar. Dapur kadang-kadang di depan. Kaca dan jendelanya banyak, ada juga yang sedikit. Ini kan tidak mencerminkan sama sekali. Padahal kalau kita kembali ke nilai-nilai budaya, sebuah rumah itu harusnya sesuai dengan norma-norma ketimuran," ujar dia.

"Rumah panggung itu kan ada ciri khasnya. Nilai filosofisnya pun dapat dirasakan. Tak sembarangan. Semua bentuk, luas, posisi ruang, itu ada maknanya," tambah Suhaimi.

Ia menggambarkan ciri-ciri rumah panggung khas Babel beratapkan limas atau rabung. Penataan ruangan disesuaikan. WC berada jauh dari rumah, dan sebagainya.

Sumber : www.kompas.com


Dibaca : 3.173 kali.

Tuliskan komentar Anda !