Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
14 juli 2007 08:23
Riau Juara Satu Lomba Temu Karya Petani Nasional
Keikutsertaan petani Riau dalam Kontak Tani Andalan Nasional (KTNA) di Sumatera Selatan (Sumsel) berbuah manis. Petani Riau berhasil menjuarai lomba Temu Karya Petani Nasional.
Pekanbaru- Kontingen petani Riau yang mengikuti Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Kabupaten Musi Banyuasing, Sumsel berhasil meraih juara dalam Lomba Temu Karya Petani Nasional yang digelar dalam kegaiatan tersebut. Adalah sistem pengolahan sagu yang ditemukan oleh seorang petani asal Kabupaten Bengkalis, yang mendapat gelar bergensi tersebut.
"Salah seorang petani kita, bernama Mansur Dannak, dari Kecamatan Merbau, Bengkalis, memaparkan temuan sistem pengelolaan sagu dan berhasil menjadi juara dalam lomba Temu Karya Petani Nasional dalam KTNA di Sumsel belum lama ini," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau Khairul Zainal, kepada wartawan di kantor gubernur Riau, Kamis (12/7).
Mansur Dannak menyebut temuannya ini sebagai Sistem Pengolahan Sagu yang Efisien dan Berkualitas. Pengolahan Sagu yang dilakukannya ini menghasilkan limbah yang lebih sedikit. Limbah yang dihasilkan dari pengolahan yang dilakukan Mansur ini lebih sedikit dari sistem pengolahan Pabrik.
Ia mengatakan, sistem pengolahan sagu yang telah memenangkan lomba tingkat nasional tersebut merupakan potensi bagi Riau. “Ini merupakan suatu potensi sumber daya alam kita yang bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan pangan,” katanya.
Khairul menyebutkan, pengolahan sagu sistem ini memang termasuk penemuan baru. Teknik pengolahannya sangat sederhana dan limbahnya pun lebih sedikit dibanding limbah yang dihasilkan pengolahan sagu dengan pabrik.
Khairul menambahkan, sagu yang dihasilkan di daerah pesisir di Provinsi Riau kualitasnya termasuk yang terbaik di Indonesia. Termasuk sagu yang ada di Kecamatan Merbau, Bengkalis, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir (Inhil) dan daerah lainnya. Ini merupakan potensi yang belum dimaksimalkan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, ada istilah bagi masyarakat pesisir yang mengatakan sagu ini adalah milik Cirebon. Hal tersebut karena selama ini hasil sagu dari daerah ini pengolahannya dilakukan di Cirebon, Jawa Barat.
”Oleh karena itu, kalau petani sadar bahwa pengolahan yang dilakukan seperti yang dilakukan Mansur, maka tinggal pembinaanya saja lagi. Jadi ini salah satu potensi pangan yang dibutuhkan. Karena pangan itu bukan hanya padi saja, bahkan seperti Gorontalo telah mengembangkan jagung sebagai pangan andalan,” katanya.
Untuk itu kata Khairul, kenapa tidak, sagu di Provinsi Riau bisa menjadi primadona kita ke depannya. Sistem pengolahan ini akan diprogramkan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Paling tidak bagi petani di sekitarnya, seperti di Kecamatan Merbau, Tebing Tinggi, Rangsang dan begitu juga Mandah Inhil.
Sumber : www.riauterkini.com Kredit foto : www.pacsoa.org.au