Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
15 juli 2007 09:29
Menyelamatkan Benda Seni dan Budaya
Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), ketika didirikan di Yogyakarta beberapa tahun lalu, disambut gembira oleh kalangan pemerhati budaya. Sebab, kebudayaan Melayu yang tumbuh dan berkembang sejak abad ke-15, yakni pada masa kejayaannya itu, memiliki kekayaan yang sangat luar biasa. Dan, kekayaan itu belum seluruhnya tergali, apalagi mendapat kajian.
Balai Kajian ini dibangun sangat artistik di wilayah Gambiran, menyimpan kesan Melayu tampak dari ukir dan atapnya. Balai ini merupakan institusi non pemerintah yang didirikan dan dikelola masyarakat Melayu di Yogyakarta. Selama ini, sudah banyak kajian dilakukan, seperti usaha penerbitan buku, diskusi, bedah buku, pementasan serta lomba seni pertunjukan Melayu. Selain itu, balai kajian ini juga mendokumentasikan naskah sastra lama, menyelamatkan berbagai benda seni dan budaya serta perangkat adat Melayu.
"Dalam perjalanan sejarahnya, kejayaan budaya Melayu ini runtuh karena pertikaian yang terjadi di antara pendukungnya sendiri serta masuknya kekuatan asing," jelas Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, H Mahyudin Al Mudra SH MM, di sela-sela penilaian pemuda pelopor Kota Yogyakarta di wilayah Golo, belum lama ini. Oleh sebab itu, patut disayangkan jika pada perjalanan berikutnya, budaya melayu mengalami stagnasi, kemunduran dan bahkan hampir-hampir tak dikenal oleh orang Melayu sendiri.
Ditunjukkan oleh Mahyudin, budaya Melayu sesungguhnya merupakan akulturasi dari berbagai unsur, yang pada akhirnya membuat budaya Melayu ini kaya dan beragam. Sebab, selama dipangku dua kerajaan besar, yakni Siak Sri Indrapura dan Riau Lingga, mengalami interaksi dengan budaya-budaya Banjar, Aceh, Bugis, Minang, Jawa, Batak, Arab, Cina, India, Portugis, dan banyak unsur etnik lainnya. Hanya, dalam perjalanan sejarahnya, semakin membuat budaya Melayu surut dan redup, bahkan di tanah kelahirannya sendiri.