Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 2.332
Hari ini : 24.380
Kemarin : 19.896
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

27 juli 2007 07:47

Arkeolog Petakan Melayu Lingga

Arkeolog Petakan Melayu Lingga

Lingga- Badan Arkeologi Pusat melakukan pemetaan Budaya Melayu di Daik Kabupaten Lingga. Hal itu dilakukan untuk mengetahui rentetan perjalanan dan perkembangan kebudayaan Melayu yang dimulai dari Bukit Seguntang Sumatra Selatan, hingga masuk ke Riau serta Lingga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Lingga, Ir Muhammad Ishak menjelaskan, tim dari Badan Arkeologi sebanyak 10 orang yang dibagi dalam empat tim sudah turun ke daerah dengan tugas masing-masing. Ada tim yang meneliti masalah kitab atau buku-buku lama, ada tim melihat situs sejarah, serta tim masalah seni budaya.

”Tujuan pemetaan ini untuk melihat mata rantai perkembangan kebudayaan Melayu, termasuk hubungan perdagangannya dengan kerajaan luar seperti China dan sebagainya. Penelitian ini nampaknya bukan hanya di Daik, tapi juga dilakukan di Riau atau Bintan serta Jambi,” kata Ishak.

Meski pelaksanaan pemetaan dilakukan Badan Arkeologi, namun program pelaksanaan pemetaan itu milik Departemen Pariwisata dan Budaya RI. ”Nampaknya kegiatan ini semacam kerja sama antara Departemen Pariwisata dan Budaya dengan Badan Arkeologi,” terang Ishak.

Ditanya sejauh mana hasil pemetaan yang sudah dilakukan, Ishak mengaku belum dapat mengetahui secara pasti. Karena hasil pemetaan nantinya akan dibahas lebih dalam di Jakarta untuk dibuat suatu kesimpulan tim secara utuh. ”Kalau sekarang belum dapat kesimpulan tim ini, apalagi mereka bekerja dalam beberapa kelompok,” ujarnya.

Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Lingga melalui Museum Linggam Cahaya Daik, menurut Ishak, terus mengumpulkan bukti-bukti sejarah kerajaan Melayu Lingga di Daik. Dari bukti sejarah yang ada itu dapat dilihat pekembangan seni budaya yang pernah berkembang sejalan dengan penyelenggaraan pemerintahan kerajaan.

Dinas Pariwisata juga terus mengembangkan seni budaya Melayu Lingga melalui aktivitas beberapa sanggar seni yang khusus mengembangkan kesenian baik tari mapun musik Melayu. ”Upaya-upaya ini kami lakukan dengan tujuan agar keberadaan seni budaya Melayu tetap hudup dalam kehidupan masyarakat saat ini dan masa yang akan datang,” timpal Ishak.

Sumber: Batampos.co.id


Dibaca : 2.572 kali.

Tuliskan komentar Anda !