Close
 
Kamis, 30 April 2026   |   Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 237
Hari ini : 8.369
Kemarin : 22.835
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 juli 2007 07:42

Pengamanan Presiden Waspadai Pengibaran Bendera Riau Merdeka

Pengamanan Presiden Waspadai Pengibaran Bendera Riau Merdeka

Pekanbaru- Aparat keamanan yang bertugas menjaga dan melindungi serta melancarkan setiap agenda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama berkunjung ke Riau tidak ingin kecolongan. Mereka akan menerapkan standar keamanan maksimum untuk mengantisipasi segala kemungkinan gangguan keamanan dan kenyamanan. Langkah ini diambil untuk menghindari terulangkan peristiwa memalukan pengibaran bendera RSM saat Presiden menghadiri acara Hari Keluarga Nasional di Ambon, Maluku belum lama ini.

Potensi sparatis di Riau memang diyakini nyaris tidak ada, namun Riau memiliki catatan sejarah keberadaan Gerakan Riau Merdeka. Fakta inilah yang tidak ingin disepelekan aparat keamanan. "Kami tidak ingin kecolongan. Saya sebagai Komandan Satuan Pengamanan kedatangan presiden, akan menerapkan pengamanan maksimum untuk menghindari adanya kemungkinan pengibaran bendera Riau Merdeka yang bisa memalukan presiden dan mempersulit kita semua," ujar Komandan Korem 031 Wirabima Kolonel Ero Kuswara dalam rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait pengamanan kedatangan presiden di Ruang Melati kantor Gubernur Riau, Jumat (27/7).

Karena itu, Ero meminta kepada panitia untuk kerja ekstra hati-hati dan cermat. Seluruh personil yang terlibat dan memiliki keterkaitan dengan kegiatan kedatangan presiden harus didata dan memiliki tanda pengenal yang dikeluarkan satu pintu. "Nanti tanda pengenal yang mengelurkan Infokof dan disetujui oleh Korem," ujarnya.

Sementara untuk orang-orang yang akan menerima penghargaan, sertifikat atau sejenisnya dari presiden datanya harus segera diserahkan kepada petugas keamanan. "Kita akan pelajari biodata mereka untuk mengetahui latar belakang kehidupannya. Kita tidak mau kecolongan," ujarnya lagi.

Hal serupa juga disampaikan Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Totok Sudarto yang mewakili Kapolda Riau Brigjen Pol Sutjiptadi. "Dalam insiden Ambon yang paling pertama dicopot adalah Kapolda, karena itu kita akan menerapkan pengamanan yang maksimal, tetapi bagaimana bisa tetap tidak merepotkan masyarakat," ujarnya.

Pengamanan berlapis akan diterapkan di setiap tempat yang dikunjungi presiden. Misalnya saat Presiden dan rombongan mengikuti peringatan Isra dan Mikraj di Masjid Agung Annur. Barisan pertama sampai ketiga akan diisi petugas keamanan yang mendominasi di antara masyarakat. Demikian juga barisan wanita, para Polwan juga akan mendominasi barisan pertama sampai ketiga.

Sumber : Riauterkini


Dibaca : 4.044 kali.

Tuliskan komentar Anda !