Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
27 agustus 2009 02:30
Tiga Pulau di Sumatra Barat Dilego
Jakarta - Kabar mengenai penjualan Pulau Makaroni, Pulau Siloinak, dan Pulau Kandui yang berada di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, mendapat respon beragam dari pemerintah maupun DPR. Bahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, langsung menelepon Bupati Mentawai Edison Saleleubaja guna meminta penjelasan mengenai kabar tersebut. Seperti diketahui, tiga pulau itu ditawarkan di situs www.privateislandsonline.com. Pulau Makaroni, Pulau Siloinak, dan Pulau Kandui diberi label for sale dan masing-masing dibandrol dengan harga 1,6 juta dolar AS, 4 juta dolar AS dan 8 juta dolar AS.
Numberi langsung mengungkapkan rasa kekecewaannya atas penjelasan yang didapatkan dari bupati. `Bupati memberikan penjelasan, dari ketiga pulau itu hanya satu yang sudah memperoleh izin hak guna usaha. Sementara, dua lainnya dalam proses namun sudah dibangun resort di pulau itu. Bupati malah mengaku tidak tahu karena pengusaha-pengusaha itu masuk people to people. Mereka menemui kepala adat dan di sana terjadi proses pelepasan tanah adat,` ujar Freddy Numberi dalam keterangan persnya di kantornya, Jakarta, Rabu (26/8).
Freddy menjelaskan, mestinya bupati bisa mengetahui di pulau tersebut dibangun resort. Fredy menyalahkan bupati yang mestinya melarang pembangunan resort karena belum ada izinnya. “Harus bisa diluruskan oleh Pemda. Izin itu hak guna usaha, tapi tidak seluruh pulau, hanya beberapa hektare,` katanya. Berdasarkan keterangan yang didapat dari bupati, masih kata Fredy, bupati membantah pemberitaan yang menyebutkan pulau tersebut dijual kepada pihak asing.
“Mereka hanya menyewa, kemudian mereka menyewakan lagi ke orang lain. Itu kata bupati,` jelasnya. Berkali-kali Freddy menyayangkan proses perizinan pemanfaatan pulau oleh pengusaha asing itu. Terlebih, departemen yang dipimpinnya juga belum pernah mendapatkan laporan tata ruang peruntukan pulau-pulau dimaksud.
Secara terpisah, Ketua DPR Agung Laksono menilai, terulangnya lagi upaya penjualan pulau-pulau milik RI merupakan bentuk penghinaan terhadap kedaulatan wilayah NKRI. Dia mendesak agar aparat segera menangkap penjual pulau tersebut. “Penjualnya harus ditangkap,` tegasnya. Sama dengan Fredy, Agung juga menyalahkan Bupati Mentawai yang mestinya bisa menjaga keutuhan wilayahnya dari penguasaan pihak asing. “Karena itu aset negara. Emang punya nenek moyangnya?` cetusnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat Gamawan Fauzi di Padang menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengizinkan untuk menjual Pulau Siloinak, Makaroni, dan Kandui yang terletak di dalam gugusan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. “Bagaimana bisa menjual Pulau Siloinak, Makaroni dan Kandui itu, sebab pemerintah daerah tidak pernah mengizinkan untuk menjualnya,` tegas Gamawan Fauzi, Rabu (26/8). Menurutnya, pemanfaatan pulau-pulau terluar itu tidak boleh hanya dilihat dari segi kepentingan ekonomi saja. Ada hal lain yang lebih prinsip yakni menjaga kedaulatan NKRI menjadi pertimbangan mendasar dalam pemanfaatan pulau-pulau tersebut. (sam/fas/jpnn)