Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
22 sepember 2009 02:15
Serius Urusi Pulau Terluar
Batam, Kepri - Anggota Komisi I DPR-RI yang membidangi urusan luar negeri, Marcus Silano, menyatakan, pulau terluar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) rawan dicaplok negara tetangga. Untuk itu, pemerintah daerah diminta serius mengurus pulau terluar yang ada di Kepri. Marcus meminta Pemda segera memberi nama pulau-pulau terdepan di wilayah masing masing. Ia menilai hal itu sangat penting mengingat masih banyak pulau-pulau terluar di wilayah Indonesia yang belum diberi nama. “Kalau membutuhkan dana bisa laporkan ke pemerintah pusat. Karena masalah pulau terluar ini dibahas lintas departemen,” katanya, di Batam, belum lama ini.
Dia menyebutkan, Pemda sebaiknya cepat menyelesaikan mengurus pulau terluar kalau tidak mampu segera lapor ke pusat. Biar pemerintah pusat yang membantu mengurusnya. “Termasuk masalah dana,” ujarnya. “Ada indikasi negara asing ingin menguasai pulau-pulau terluar di Indonesia dengan cara dibeli dan dikelola sendiri. Motif seperti ini harus diwaspadai,” katanya. Marcus bilang, Dinas Pariwisata di Kepri harus aktif melakukan kegiatan pariwisata di pulau yang memiliki daya tarik pariwisata. “Jangan didiamkan, karena bisa diambil orang,” ujar Marcus. Di Kepri terdapat 2.408 pulau. Sedangkan yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebanyak 1.795 pulau.
Berdasarkan Keputusan Presiden RI No 78 Tahun 2005 tentang pengelolaan pulau-pulau kecil terluar, dinyatakan bahwa terdapat 19 pulau-pulau kecil terluar di Kepri. Seperti Pulau Damar, Kepala, Mangkai, Sebetul, Sekatung, Semiun, Senua, Subi Kecil, Tokong Belayar, Tokong Boro, Tokong Malang Biru, Tokong Nanas, yang berada di Kabupaten Natuna dan pulau-pulau lainnya. Sedangkan pulau terluar yang ada di Kabupaten Bintan cuma Pulau Sentut. Pulau Iyu Kecil dan Karimun Kecil. Sedangkan di Batam yang termasuk pulau terluar, Pulau Nipah, Pulau Nongsa, Batu Berhanti dan Pulau Pelampung. (rob)