Oleh Yurnaldi Mengunjungi situs Muaro Jambi di Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, berselang 18 tahun, tidak begitu terlihat perubahan berarti. Pengamatan kasatmata tahun 1991 dan kemudian membandingkannya dengan situasi dan kondisi pada minggu kedua Maret 2009, kesannya tetap sepi. Sepi dari aktivitas keilmuan ...
Oleh Abudarsih Teater Koma pernah gagal mementaskan Sampek Engtay di Medan untuk sebuah alasan yang tidak jelas. Dikatakan tidak jelas karena pelarangan tersebut semata-mata hanya karena pagelaran itu mengadopsi legenda cerita dari Tiongkok, kemudian dalam pagelaran mengusung tarian barongsai sebagai pembuka. Ironisnya, aparat penguasa pada masa ...
Oleh: Abdul Malik Satu dari sekian banyak unsur budaya yang menjadi kebanggaan setiap etnis ialah pakaian. Kebanggaan setiap puak itu bersifat subjektif. Skirt yang dipakai oleh kaum laki-laki Skotlandia dan kain sarung yang dikenakan lelaki Myanmar, misalnya, menjadi kebanggaan kedua bangsa itu sehingga dipandang itulah jenis pakaian ...
Oleh: Cecep Syamsul Hari Tiga tahun lalu ketika saya menjadi sastrawan tamu di Korea dan pada hari ketiga saya tinggal sebagai sastrawan tamu di Hongaria, saya teringat kepada Harry Aveling yang selama tiga dekade setia menerjemahkan puisi-puisi para penyair Indonesia dari berbagai generasi ke dalam bahasa Inggris. Salah satu bukunya ...
Oleh Irfan Anshory Nama asli pulau Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah Pulau Emas. Istilah Pulau Ameh kita jumpai dalam cerita Cindur Mata dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama Tanoh Mas untuk menyebut pulau mereka yang besar itu. Pendeta I-tsing ...
Oleh I Nyoman Winata Nenek moyang bangsa Nusantara, khususnya Pulau Jawa, adalah pencipta kebudayaan dunia. Leluhur bangsa Nusantara (Indonesia) merupakan manusia-manusia tangguh dan cerdas, pencipta peradaban dunia. Bahkan jauh sebelum tahun masehi, Kerajaan Nusantara adalah penguasa duapertiga wilayah bumi. India dulu hanyalah salah ...
Oleh: Mahmud Jauhari Ali Kata sastrawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga merupakan lema yang tergolong nomina dengan beberapa makna di dalamnya. Makna-makna itu adalah ‘ahli sastra‘, ‘pujangga‘, ‘pengarang prosa dan puisi‘, ‘(orang) pandai-pandai‘, dan ‘cerdik cendekia‘. Akan tetapi, batasan tersebut hanyalah makna ...
Oleh M Syaifullah dan Try Harijono Jangan kaget jika masuk ke perkampungan masyarakat Dayak dan berjumpa dengan orang-orang tua yang dihiasi berbagai macam tato indah di beberapa bagian tubuhnya. Tato yang menghiasi tubuh mereka itu bukan sekadar hiasan, apalagi supaya dianggap jagoan. Tetapi, tato bagi masyarakat Dayak memiliki makna ...
Oleh UU Hamidy Sejarah Melayu karangan Tun Sri Lanang, adalah satu-satunya naskah Melayu lama yang paling terkenal dan paling besar peranannya di antara ribuan naskah Melayu yang ada di dunia ini. Dikatakan paling terkenal sebab tak terhitung berapa jumlah kajian yang telah dilakukan, terutama oleh para pakar terhadap naskah tersebut. ...
Oleh Erwan Suryanegara bin H Asnawi Komering merupakan salah satu suku atau wilayah budaya di Sumatra Selatan, yang berada di sepanjang aliran Sungai Komering. Seperti halnya suku-suku di Sumatra Selatan, karakter suku ini adalah penjelajah sehingga penyebaran suku ini cukup luas hingga ke Lampung. Suku Komering terbagi beberapa marga, ...
Oleh Edwir Sulaiman Etnis Tionghoa Indonesia adalah sebuah etnis yang terpaksa dipinggirkan dalam beberapa dekade sejarah Indonesia. Selain tidak memiliki banyak pilihan, mereka juga tidak mampu memberikan apresiasi lebih untuk negeri ini. Akibatnya, proyek diskriminatif tersebut berakar seperti serabut. Untunglah, masa orde itu telah ...
Oleh Andy Riza Hidayat Puluhan tahun, terutama pada masa konflik, ribuan makam tua di Aceh Utara tak terurus. Tak banyak studi tentang batu bersurat peninggalan Kerajaan Samudra Pasai. Padahal, bebatuan ini menyimpan jejak kejayaan peradaban pesisir timur Aceh. Bagi Taqiyuddin Muhammad, epigrafi dalam prasasti itu adalah bagian ...