Oleh Yusuf Efendi Belum banyak tulisan yang membahas tentang Suku Bathin yang kini mulai hilang jejaknya. Program transmigrasi telah merampas hutan adat mereka. Pengambilaihan perusahaan sawit juga semakin menghilangkan keberadaan suku ini. Padahal, komunitas adat ini memiliki filosofi hidup yang penting untuk dipelajari, seperti pola ...
Oleh Agustinus Handoko dan Bayu Dwi Radius Tumbang Anoi adalah tempat bersejarah perjalanan masyarakat Dayak. Tumbang Anoi menjadi tempat rapat akbar untuk mengakhiri tradisi ”mengayau” pada tahun 1894. Kini, setelah satu abad berlalu, Tumbang Anoi tetap menjadi sumbu perdamaian bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Mengayau ...
Oleh Yusuf Efendi Bagi suku bangsa Dayak yang hidup di pedalaman hutan Kalimantan, tengkorak manusia bukan lagi barang yang mengerikan, melainkan justru sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Hal ini setidaknya tercermin dari tradisi pemujaan kepada tengkorak manusia dan hewan yang dinamakan menaiki pancak. Pancak adalah ...
Oleh Mujibur Rohman “Pengetahuan adalah kekuasaan” demikian menurut Michel Foucault (1926-1984) seorang filsuf, teoritisi sosial, dan ahli sejarah Prancis. Pengetahuan dapat menjadi senjata ideologis yang dapat menundukkan dan menguasai. Pengetahuan adalah kekuasaan, dan pengetahuan dapat berkolaborasi dengan aparat kekuasaan bagi ...
Oleh Yusuf Efendi Jika seorang anak orang Banjar mengalami sakit panas namun sebentar-sebentar berubah menjadi dingin, atau anak tersebut tiba-tiba berkata tidak karuan, tidak mau makan, dan suka menangis, maka si anak dianggap sedang diganggu oleh roh jahat. Atau, jika ada orang dewasa yang mengalami hal serupa, maka itu dipercaya ...
Oleh Yusuf Efendi Orang Aceh di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) memiliki tradisi gotong-royong yang unik dalam kehidupan sosial mereka, meugle namanya. Kegiatan tolong-menolong ini dilakukan masyarakat Aceh saat hendak membuka ladang di hutan. Oleh karena itu, kegiatan ini juga biasa disebut dengan istilah meuladang. ...
Oleh Hudjolly, M.Phil Kebanggaan merupakan dorongan utama untuk mencintai, menghargai, dan menentukan jatidiri. Rasa bangga tidak ubahnya mekanisme mempertahankan diri dari pengaruh yang membuat kita jemu. Kita menjadi jemu karena tiada hal yang menarik perhatian atau sesuatu yang patut dibanggakan. Kita jemu membaca sastra anak ...
Oleh Yusuf Efendi Ungkapan atau pantun Melayu adalah salah satu sumber pengetahuan bagi semua orang. Bagi orang Melayu sendiri, ungkapan Melayu adalah sumber ajaran budi pekerti, baik terhadap anak-anak, remaja, maupun orangtua. Ungkapan Melayu memiliki makna tersirat yang dalam. Pembaca dibebaskan untuk menafsirkan ungkapan Melayu ...
Oleh Dadan Muhammad Ramdan “TARI tangan seribu,” begitulah Ibu Tien Soharto menyebut tari saman yang menjadi tarian favorit dalam Festival Pekan Kebudayaan Aceh di Banda Aceh tahun 1972. Sejak saat itu, tari saman mulai dikenal luas dan banyak diundang dalam berbagai pementasan. Pun pada pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ...
Oleh Hudjolly Pada medio tahun 2011 ini, Yayasan Lontar mengawali terobosan baru: menterjemahkan karya sastra Indonesia untuk konsumsi masyarakat dunia. Komunitas internasional tidak mengenal sastra Indonesia karena kendala bahasa. Untuk mengisi kekosongan itu, disusunlah proyek penterjemahan sastra Indonesia dari periode awal tahun ...
Oleh Yusuf Efendi I La Galigo tergurat di atas lembar-lembar lontar dalam bentuk puisi dengan bahasa Bugis kuno. Mahakarya ini diperkirakan ditulis pada kisaran abad ke-13 hingga abad ke-15 Masehi. Puisi dalam bentuk sajak bersuku lima yang menceritakan asal-usul manusia ini juga berfungsi sebagai almanak sehari-hari. Patut dicatat ...
Oleh A. Mujib El Shirazy Mungkinkah sastra memiliki kemampuan dalam membentuk peradaban Islam yang penuh cinta? Tema ini oleh kalangan tertentu dianggap sebagai simplifikasi persoalan dan terkesan mengada-ada lantaran bagi kalangan tertentu, sastra tidak ada kaitannya dengan peradaban, apalagi masalah keislaman. Bagi kalangan ini, ...