Oleh: Irma Tambunan Gerak tari dinamis yang silih berganti ditampilkan para penari perempuan dan laki-laki di Bukit Benderang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, pertengahan Januari lalu. Tari Zapin Rantak Putri itu tak banyak berubah dari masa-masa silam. Para orang tua tampak bergembira dan seakan bernostalgia. Sebagian besar ...
Oleh: Bambang Budi Utomo Berbicara mengenai Riau, baik itu Riau kepulauan maupun Riau daratan dan pantai timur Sumatera, maka pembicaraan kita akan menyangkut pada Melayu dan kebudayaannya. Itulah fakta yang sehari-hari dapat didengar. Orang Riau dan juga suku-bangsa Melayu yang mendiami belahan barat Nusantara bangga akan budayanya, ...
Oleh: Iwan Santosa Kota Semarang memang punya Kuil Gedung Batu sebagai peninggalan Laksamana Besar Cheng Ho (Zheng He dalam bahasa Mandarin), tetapi Jakarta juga memiliki peninggalan serupa, yakni Wihara Buddha Bhakti Ancol. Berawal dari sebuah Kelenteng An Xu Da Bo Gong Miao (Kelenteng Toapekong Ancol), kompleks peribadatan yang ...
Bahasa Melayu telah memasuki fase modern sejak abad ke-16, bersamaan dengan fase modern bahasa Inggris. Dengan demikian, sejarah bahasa Indonesia yang identik dengan bahasa Melayu bukan dimulai pada Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. James T Collins, guru besar linguistik dari Universitas Kebangsaan Malaysia, mengemukakan hal itu ...
Oleh: Asro Kamal Rokan Saya selalu suka dengan Malaysia. Negeri Melayu ini sedang bergerak menuju negara maju, membangun dengan prinsip harga diri, semangat Islam dan Melayu. Negeri --yang dalam berberapa hal bersaing dengan Singapura-- itu, seakan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam mendorong kemajuan.Malaysia --yang dahulu ...
Oleh John Nikita Pontianak, Kalimantan Barat- "Jangan panggil saya habib," begitu kata Pangeran Nata Kesuma alias Abdurrahman. Lelaki usia 62 tahun ini bertutur bahwa ia keturunan langsung Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadry, pendiri dan sekaligus juga raja pertama Kerajaan Kadriah di Kalimantan Barat. Meski bergelar Pangeran ...
Jauh-jauh hari sebelum Sutan Takdir Alisyahbana menuliskan peribahasa ”Bahasa adalah jiwa bangsa” (dalam Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia, 1957: 109) dan ungkapan ”Bahasa menunjukkan bangsa” tulisan M Jamin yang menjadi sangat terkenal dalam pidato kongres pemuda I pada 1926, seorang Belanda bernama GF Pijper telah menulis ...
Yogyakarta, MelayuOnline.com– “Terimakasih, for welcoming us...We are very glad to be here meeting our brothers and sisters. Indonesian and South African Muslim are one family, and I have to thank to Indonesian Muslim for bringing Islam to South Afrika”. Itu sebagian kalimat yang diucapkan oleh Syeikh Umar Ghabir, Khatib ternama ...
Oleh: Suryadi Dosen dan peneliti pada Dept. of Languages and Cultures of Southeast Asia and Oceania Leiden University, Belanda (s.suryadi@let.leidenuniv.nl) Sampai sekarang sudah banyak publikasi ilmiah mengenai Perang Paderi, di antaranya studi Muhammad Radjab (1958), Christine Dobbin (1983), dan Rusli Amran (1981, 1985), belum lagi ...
Etnik Bajo atau Bajau memang khas. Mereka lahir, besar dan kembali ke Sang Khalik kala dalam pelukan lautan. Deru nafas mereka juga saling berlomba dengan debur ombak kecil yang berlari menuju tepian. Laut adalah sebuah masa lalu, kekinian dan harapan masa mendatang Lalu dari mana asal usul etnik Bajo? Dr Anwar Hafidz Mpd ahli sejarah di ...
Oleh : Andari Karina Anom Berisi segenap aturan hukum yang berlaku di Kerajaan Melayu pada abad ke-14. Mengandung sejumlah fakta baru soal bahasa Melayu. NUN di sebuah kampung di pinggir Danau Kerinci, Sumatera Utara, rahasia itu mendekam. Sekitar 700 tahun ia meringkuk dalam sebuah guci tembikar yang terkunci dalam sebuah peti. ...
Oleh Tom Ibnur Masyarakat Melayu tak mengenal julukan "tari" pada awalnya. Mereka lebih cenderung menyebut "tandak", dan apabila ada perhelatan maka mereka mengajak sanak keluarga untuk "menandak". Dalam perkembangannya dan kata "dance" diterjemahkan menjadi "tari" maka lazimlah kata tersebut dipakai dan kata tandak menghilang karena ...