Rabu, 15 April 2026   |   Khamis, 27 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.939
Kemarin : 25.162
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Opini

‹ First  < 2 3 4 5 6 >  Last ›
Total : 344
Kategori.
  • 09 februari 2007 04:44

    Revitalisasi kebudayaan Melayu dapat dimulai secara konkret melalui bahasa. Hal itu dimungkinkan mengingat bahasa merupakan alat berkomunikasi, berekspresi, berpikir, dan juga menjadi alat yang menuntun orang dalam berperilaku. "Revitalisasi melalui bahasa berarti menghidupkan kembali fungsi-fungsi bahasa Melayu sebagai alat berpikir ...

  • 12 februari 2007 06:30

    LUKAH adalah salah satu seni tradisi Melayu yang kini sudah sulit ditemukan keberadaannya di Provinsi Riau. Seni tradisi jenis permainan yang menggunakan alat penangkap ikan berupa bubu (terbuat dari bambu dan rotan sebagai penganyam) ini diiringi musik kompang, pembacaan pantun dan sedikit mantra. Kini lukah hampir tak pernah lagi ...

  • 12 februari 2007 06:32

    KERATON Kesultanan Palembang berkomunikasi dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Jawa, Arab, dan Melayu. Bahasa Melayu hidup di kawasan ini, jauh sebelum kesultanan berdiri dan diyakini sebagai bahasa masyarakat asli. Tertulis dengan huruf Pallawa, bahasa Melayu digunakan dalam Prasasti Kedukan Bukit (682 M). Prasasti yang ditemukan di ...

  • 21 februari 2007 05:49

    Oleh : Abdul Lathief Jika tidak menghendaki produk kesenian etnis Betawi lenyap ditelan arus perubahan zaman yang sudah mengglobal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepatutnya memikirkan alokasi dana secara khusus untuk pengembangan dan promosi produk kesenian bercita rasa Betawi. Setahun terakhir ini kami hanya mendapat bantuan dana ...

  • 21 februari 2007 05:54

    Oleh : Saifur RohmanSekonyong-konyong pada Senin pagi, di awal Agustus 2006, saya mendapatkan pengalaman yang seragam. Pertama, kebetulan saya menghadiri seminar nasional tentang pengajaran bahasa dan sastra di Asia Tenggara di Universitas Pakuan, Bogor. Kedua, ketika saya mendengarkan Budi Darma sebagai pembicara, saya membuka harian ...

  • 21 februari 2007 05:57

    AlkisahPutri Nak Kandang, permaisuri Raja Peran Situn Negeri Seraja Kerajaan Dang Balai, sedang mengidam. Sang permaisuri mengidam ingin makan daging rusa putih bunting sulung, sulung ayah sulung bonda, sulung segenap dengan hutan carang riba. Narasi yang mirip puisi di atas merupakan awal seni pertunjukan makyong seperti yang dikutip dari ...

  • 25 februari 2007 04:14

    Oleh: Indira Permanasari Sering kali saat Effendi Husin (35) mencari udang di tepi Sungai Riau ada saja piring atau mangkuk yang ditemukannya. Tidak ada yang utuh. Terkadang sompal di satu bagian atau bahkan hanya tersisa seperempatnya saja. Ada yang berwarna dasar putih dengan motif biru seperti keramik China, putih polos ...

  • 25 februari 2007 04:20

    EGON Ewin-Kisch dari Cekoslowakia sebelum Perang Dunia II terkenal sebagai Des Razende Reporter, wartawan gesit meliputi negeri-negeri jauh. Dulu saya baca reportasenya dalam bahasa Jerman tentang Asia dengan terkagum-kagum dan coba meniru gayanya. PADA usia 83 tahun tentu saya tidak bisa seperti Egon. Gerak makin lamban, pikiran ...

  • 25 februari 2007 04:28

    Oleh: Ilham Khoiri Kemasyhuran Bukit Siguntang tidak hanya berkutat di Palembang, tetapi menyebar hingga ke seluruh Sumatera, Malaysia, dan Singapura. Kawasan perbukitan di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, itu menjadi cikal bakal pertumbuhan Kerajaan Melayu. Hingga kini bukit tersebut masih ...

  • 20 maret 2007 07:00

    Oleh: Yurnaldi Rumah bagi kebanyakan orang tak lebih fungsinya sebagai tempat tinggal. Hanya sebagian kecil yang menambahkan fungsi lain, tempat tinggal sekaligus perkantoran. Lantas, bagaimana dengan fungsi lain, seperti simbol etnik dan filosofis? Barangkali ini bisa kita temukan di Ranah Minangkabau, Sumatera Barat Pernah dengar ...

  • 22 maret 2007 07:12

    Oleh: Indra Permanasari Di negeri Melayu nelayan berhati laut, tak ada tempat untuk berhias, hanya nyanyian alun tak pahamkan daratan alam. Di negeri Melayu anak Melayu jadi tambak, menulis surat pada Tuhan tentang hidup sesudah mati, tinggal ayat kesombongan laut. Di negeri Melayu orang-orang jadi tubuh berserak, lari tak kunci diri ...

  • 20 maret 2007 07:14

    Oleh: Indra Permanasari Alkisah hidup seorang lanun atau perampok laut yang kejam. Di Pulau Sebatik, lanun tersebut berdiam. Bersama anak buahnya dia merampoki kapal-kapal yang lewat, memerkosa perempuan desa, mengganggu para pedagang hingga membuat perairan menjadi kelam. Sultan Lingga sangatlah cemas dengan tindak-tanduk lanun nan kejam. ...

‹ First  < 2 3 4 5 6 >  Last ›