17 Desember 2007, 09:26 am
Nama : Gorango Blanks
Alamat : -
Phone : -
Faks : -
Institusi : -
Komentar :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya telah melihat dan membaca artikel Melayu Online mengenai mesjid Kesultanan Ternate. Saya ingin menambah beberapa hal kalau diperkenankan. Bersama ini saya kirimkan 2 foto mesjid sultan Ternate di kelurahan Soa Sio. Foto-foto ini dokumen pribadi yang saya ambil tahun 2003 lalu. Foto yang pertama adalah foto tampak dari arah tenggara, tampak mesjid tidak seluruhnya masuk karena waktu itu saya ingin sekaligus mengambil fokus mesjid dan gunung Gamalama yang barusan meletus (akhir Juli 2003). Foto kedua adalah situasi shalat dalam mesjid yang diambil pada hari yang sama. Sedangkan Foto ketiga adalah foto mesjid yang mungkin diambil sekitar awal 1900-an. Terserah mau digunakan yang mana. Semoga berkenan.
Mengenai pertanyaan kapan dibangunnya mesjid sultan Ternate.
Sejak awal Islam masuk yang mungkin jauh sebelum kawula kesultanan dan rakyatnya sendiri secara mayoritas memeluk Islam mesjid telah mulai dibangun di Ternate, dan pembangunan itu semakin gencar sejak Islam menjadi agama resmi kerajaan. Pembangunan dilakukan atas prakarsa sultan maupun secara swadaya oleh komunitas tertentu, misalkan komunitas Arab.
Mesjid Kesultanan Ternate yang kini dikenal adalah mesjid yang dibangun oleh Sultan Muhammad Ali (1807-1821). Sedangkan mesjid yang dibangun di masa Sultan Hamzah (1627-1648) hanya tinggal puing dan berada tak jauh di sebelah barat mesjid kesultanan sekarang. Lokasi puing-puing mesjid tua ini berada tepat di kantor lurah Soa Sio Ternate.
Pusat kota kerajaan Gapi/Ternate ketika pertama kali didirikan berada di Foramadiahi, kemudian pindah ke pesisir Gamlamo (sekarang Desa Rua-Jambula), lalu terakhir pindah ke utara di sekitar benteng Oranye (pusat kota sekarang). Setelah Portugis berhasil diusir Sultan Baabullah menjadikan bekas benteng Portugis sebagai istana yang sejak saat itu menjadi kediaman para sultan. Istana sempat dipindahkan ke Tobona (belakang danau Ngade) lalu oleh Sultan Saifuddin (1714-1751) dipindahkan lagi ke Limau (bukit) Jore-Jore tempat dimana keraton sekarang berada.
Oleh karena keadaan Ternate yang selalu dilanda perang, bencana gempa maupun letusan gunung berapi sehingga demi keamanan dan kenyamanan para Sultan harus membangun beberapa istana/benteng di lokasi yang berbeda-beda, dimana pembangunan istana/benteng ini selalu dibarengi dengan pembangunan mesjid.
Istana di Limau Jore-Jore sebenarnya salah satu istana lama yang dibangun sultan-sultan terdahulu, kemudian oleh Sultan Muhammad Ali diatasnya dibangun istana dan mesjid baru dengan sentuhan arsitektur Eropa. Itulah mengapa mesjid sultan yang sekarang berada tak jauh dari lokasi mesjid yang dibangun pada masa Sultan Hamzah hingga kemudian timbul kekeliruan bahwa keduanya adalah mesjid yang sama.
Istana dan mesjid Sultan sekarang dulunya berada dalam satu kesatuan kompleks Keraton yang luas, namun lama-kelamaan lahan antara istana dan mesjid dijadikan pemukiman dan jalan raya sehingga seakan-akan keduanya dibangun terpisah.
Sebenarnya masih ada beberapa mesjid bersejarah lain di Ternate hanya sayangnya upaya pemugaran yang dilakukan mengikuti gaya arsitektur modern dan tidak memperhatikan serta mempertahankan bagian/unsur-unsur historis yang dimiliki bangunan tersebut sehingga bangunan mesjid-mesjid itu terlihat seperti baru dibangun tahun-tahun belakangan ini. Contohnya; Mesjid Al Awwabin di kelurahan Siko yang dulunya merupakan Mesjid Heku serta Mesjid Annur di kelurahan Kampung Makassar yang dulunya merupakan Mesjid Cim, hampir tak ada lagi ciri tradisional pada bangunan kedua mesjid itu, hanya tinggal bukti berupa prasasti, mimbar dan tongkat imam/khatib.
Saat ini tak banyak bukti fisik yang tersisa untuk menunjukkan lokasi pasti keberadaan istana maupun mesjid terdahulu, ketidakpedulian pemerintah dan masyarakat menjadikan puing-puing itu nyaris tak bersisa. Keberadaan bangunan-bangunan itu hanya bisa diketahui lewat arsip kesultanan maupun pemerintah kolonial.
Semoga bisa membantu, Wassalam.
Gorango Blanks Read : 14.015 time(s).
Insert your comment here :