15 juni 2015 07:07
Keterancaman Bahasa Orang Asli Duano dan Kanaq

Judul Buku
| : | Keterancaman Bahasa Orang Asli Duano dan Kanaq |
Penulis
| : | Mohd Sharifudin Yusop |
| Penerbit | :
| UniversitI Putera Malaysia Pers |
Cetakan
| :
| Pertama, 2013 |
Tebal
| :
| xiii + 337 Halaman |
Ukuran
| :
| 16,5 cm x 24 cm. |
Buku ini disusun berdasarkan kajian yang mendalam terhadap dua suku di Negeri Johor. Pokok permasalahan yang diangkat ialah pemilihan dan penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Setelah dikhususkan lagi untuk mengetahui tahap keterancaman bahasa ibu masing-masing. Seluruh hasil penelitian di bagi kedalam 6 bab yang dikemukakan menggunakan kerangka etnolinguistik.
Kajian awal tentang suku asli tertumpu kepada aspek bahasa. Nik Safiah Karim pernah pernah menjelaskan mengenai suku asli khususnya dari aspek kajian bahasa. Selian itu, buku ini juga menjelaskan aspek-aspek lainya, seperti kebudayaan. Mengenai bahasa pengkajian lebih lanjut dijalankan hingga aspek fonologi, morfologi dan tatabahasa dapat dimengerti oleh para peneliti dan peminat kebudayaan.
Penulis juga memaparkan daftar bahasa yang masih dapat dikutip sebagai upaya medokumentasikan agar dapat menjadi rujukan bagi generasi yang akan datang, terutama bagi kedua suku tersebut. Sebelumnya, pernah beberapa ahli meneliti tentang bahasa asli. Selain bahasa objek yang diteliti meliputi; agama, obat-obatan, kesenian, kebudayaan, hukum adat (undang-undang), demogfari, dan etnografi.
Walaupun sudah banyak kajian yang telah dilakukan tentang masyarakat asli di Malaysia, namun tidak ada satu pun yang mengkhususkan mengkaji bahasa yang digunakan dalam kalangan suku Duano dan Kanaq. Dengan jumlah yang masih lumayan ramai, suku Duano dapat berkembang secara asimilasi dengan keturunan Melayu lainnya. Walaupun demikian, sifat minoritas mereka menyebabkan dominasi ciri budaya Melayu begitu sulit dijaga sehingga ciri khas asli mereka berangsur hilang.
Bagi suku Kanaq, kekurangan pengetahuan tentang asal-usul mereka baik dalam bentuk lisan maupun dokumentasi, menjadikan mereka seperti manusia tanpa sejarah masa lampau. Diterbitkannya buku ini diharapkan agar generasi muda Melayu Duano dan Kanaq dapat mengetahui tradisi asli mereka hingga dapat terjaga dan lestari. (OS Koto/Res/29/06-2015)
Read : 1.094 time(s).