Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 833
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



15 juni 2015 07:07

Keterancaman Bahasa Orang Asli Duano dan Kanaq


Judul Buku
:
Keterancaman Bahasa Orang Asli Duano dan Kanaq
Penulis
:
Mohd Sharifudin Yusop
Penerbit:
UniversitI Putera Malaysia Pers
Cetakan
:
Pertama, 2013
Tebal
:
xiii + 337 Halaman
Ukuran
:
16,5 cm x  24 cm.

Buku ini disusun berdasarkan kajian yang mendalam terhadap dua suku di Negeri Johor. Pokok permasalahan yang diangkat ialah pemilihan dan penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Setelah dikhususkan lagi untuk mengetahui tahap keterancaman bahasa ibu masing-masing. Seluruh hasil penelitian di bagi kedalam 6 bab yang dikemukakan menggunakan kerangka etnolinguistik.

Kajian awal tentang suku asli tertumpu kepada aspek bahasa. Nik Safiah Karim pernah pernah menjelaskan mengenai suku asli khususnya dari aspek kajian bahasa. Selian itu, buku ini juga menjelaskan aspek-aspek lainya, seperti kebudayaan. Mengenai bahasa pengkajian lebih lanjut dijalankan hingga aspek fonologi, morfologi dan tatabahasa dapat dimengerti oleh para peneliti dan peminat kebudayaan.

Penulis juga memaparkan daftar bahasa yang masih dapat dikutip sebagai upaya medokumentasikan agar dapat menjadi rujukan bagi generasi yang akan datang, terutama bagi kedua suku tersebut. Sebelumnya, pernah beberapa ahli meneliti tentang bahasa asli. Selain bahasa objek yang diteliti meliputi; agama, obat-obatan, kesenian, kebudayaan, hukum adat (undang-undang), demogfari, dan etnografi.

Walaupun sudah banyak kajian yang telah dilakukan tentang masyarakat asli di Malaysia, namun tidak ada satu pun yang mengkhususkan mengkaji bahasa yang digunakan dalam kalangan suku Duano dan Kanaq. Dengan jumlah yang masih lumayan ramai, suku Duano dapat berkembang secara asimilasi dengan keturunan Melayu lainnya. Walaupun demikian, sifat minoritas mereka menyebabkan dominasi ciri budaya Melayu begitu sulit dijaga sehingga ciri khas asli mereka berangsur hilang.

Bagi suku Kanaq, kekurangan pengetahuan tentang asal-usul mereka baik dalam bentuk lisan maupun dokumentasi, menjadikan mereka seperti manusia tanpa sejarah masa lampau. Diterbitkannya buku ini diharapkan agar generasi muda Melayu Duano dan Kanaq dapat mengetahui tradisi asli mereka hingga dapat terjaga dan lestari. (OS Koto/Res/29/06-2015)

Dibaca : 1.092 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi