Monday, 8 June 2026   |   Monday, 22 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 2.568
Yesterday : 24.704
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



24 februari 2016 07:07

Bahasa Melayu Betawi: Sejarah dan Sebarannya



Judul Buku
:
Bahasa Betawi: Sejarah dan Perkembangannya
Penulis
:
Muhadji
Penerbit:
Yayasan Obor Indonesia
Cetakan
:
Pertama, 2000
Tebal
:
xi + 152 Halaman
Ukuran
:14 cm x  21 cm.

Buku ini berisi sejarah dan perkembangan bahasa Betawi meliputi asal usul dan kaitanya dengan bahasa Melayu serta sumbangsihnya terhadap bahasa Indonesia. Pada dasarnya bahasa Betawi adalah cabang dari Bahasa Melayu sebagai induknya.

Bahasa Melayu yang sebarannya menyentuh nyaris seluruh wilayah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, bahkan juga ke luar Indonesia, adalah bahasa yang tidak memiliki wilayah sentral sebagaimana bahasa lainnya, semisal bahasa Jawa dengan Pulau Jawa sebagai wilayah sentralnya. Hal ini mengakibatkan bahasa Melayu menjadi bahasa yang bebas berpadu-padan dan ‘berkolaborasi’ dengan bahasa lain yang kemudian melahirkan berbagai dialek yang sangat beragam dengan berbagai ciri khasnya sendiri, tetapi tetap dalam satu kerangka besar bahasa Melayu.

Begitupun dengan Bahasa/dialek Betawi yang tumbuh dan berkembang dalam alam sosialnya. Muhadjir menjelaskan bahwa bahasa Betawi adalah bagian dari bahasa Melayu Timur, yang dicirikan dengan adanya antara lain berupa dua struktur frasa. Selain itu ia juga memiliki sifat dan ciri tersendiri dibandingkan dengan bahasa Melayu lainnya. Ciri khas yang membedakannya adalah bertalian dengan sejarah terbentuknya masyarakat penutur bahasa Betawi. Bahasa Melayu Betawi merupakan bahasa tutur etnis inti penduduk Jakarta. Etnis ini tidak hannya mendiami wilayah Jakarta, akan tetapi juga mendiami wilayah-wilayah di sekitaran Jakarta, seperti Depok, Cisalak, Ciputat, dan Bekasi.

Dari segi sejarah kependudukan kota Jakarta, masyarakat “asli” Jakarta itu terbentuk dari berbagai macam suku yang datang dari luar Jakarta, yang bersama-sama meninggalkan identitas asalnya dan bersama-sama membentuk kelompok etnis baru yang disebut kaum Betawi. Kaum Betawi ini dalam komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Melayu lisan (Melayu pasar), akan tetapi kebiasaan menggunakan bahasa daerah asal membuat penuturan bahasa Melayu tersebut menjadi berbeda serta bercampur dengan istilah maupun bahasa dari suku lainnya. Maka kemudian tumbul satu bahasa baru yang lazim disebut bahasa Melayu Betawi. Bahasa tersebut hingga kini masih tumbuh dan berkembang di kawasan pinggir kota Jakarta.

Sedangkan dialek Jakarta yang kini berkembang adalah turunan dari bahasa Melayu Betawi yang lahir dari para pendatang akan tetapi tidak dituturkan secara fasih sesuai penutur aslinya. Bahasa tesebut kemudian bercampur dengan dialek Melayu Betawi yang kini dikenal sebagai bahasa Melayu Jakarta atau bahasa Jakarta seperti yang ada saat ini.

Buku ini sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya bagi masyarakat Jakarta agar mengetahui sejarah dan asal usul bahasa yang dipertuturkan hingga saat ini. Tentunya sejarah terciptanya bahasa Melayu sangat menarik juga untuk diketahui mengingat bahasa ini lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat bertutur sunda. Selain itu buku ini juga dapat dijadikan referensi bagi para pakar, penelitu maupun mahasiswa yang ingin mengetahui lebih mendalam sejarah bahasa Betawi. (Oki Koto/Res/92/2-2016)

Read : 1.022 time(s).