Saturday, 16 May 2026 |Saturday, 29 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 343
Today
:
15.464
Yesterday
:
31.324
Last week
:
249.195
Last month
:
15.288.374
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
04 januari 2011 04:05
Melayu Harus Masuk Kurikulum Pendidikan
Medan, Sumut - Wakil Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara, Sudarno mengatakan, melayu merupakan etnis yang dikenal dengan keramahtamahan, keterbukaandan selalu menerima kehadiran etnis lain. Suku ini patut dijadikan contoh dalam kehidupan berbangsa. Sebab, keberadaan suku Melayu sangat diharapkan mengisi pembangunan.
“Dengan sikap yang ramah, sopan santun, terbuka membuat kearifan lokal Melayu tidak akan pernah luntur sampai kapanpun,” ujar Sudarno.
Dia mengatakan, di tahun 2010 etnis melayu mengalami peningkatan dengan tingginya rasa persaudaraan terutama di Sumatera Utara. “Kita berharap di tahun 2011, merupakan tahun kebangkitan Melayu,” tegas Sudarno yang juga tokoh Budaya ini.
Sementara itu, Ketua Umum HPMM Sumatera Utara Dedi Suheri menyatakan, sepantasnya pemerintah membuat kurikulum pendidikan tentang adat budaya Melayu agar generasi bangsa tidak melupakannya serta mengambil nilai positif bagaimana membangun budaya Melayu lebih maju.
“Sikap sopan santun mulai luntur. Generasi muda harus mengetahui budaya Melayu yang dikenal dengan sikap yang bersahabat, sopan santun serta terbuka dengan siapa pun tanpa memandang suku,” ujarnya.
Banyak tokoh-tokoh Melayu yang patut dijadikan panutan seperti Tengku Amir Hamzah, HT Rizal Nurdin dan lainnya. “Tak salah kalau nama bandara Kualanamu nanti, kita minta dengan nama bandara Tengku Amir Hamzah. Kita mendesak pemerintah untuk menggunakan nama tersebut,” pungkasnya.