Sunday, 19 April 2026 |Sunday, 2 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today
:
6.096
Yesterday
:
26.672
Last week
:
249.242
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
02 mei 2008 07:15
Indonesia Rancang Busana Eksklusif Internasional
Dua Setel Songket Zainal Dipakai Malam Final Miss Indonesia
Jakarta- Sejumlah desainer Indonesia bersatu. Mereka tengah punya gawean mengolah busana tradisional Tanah Air yang diambil dari berbagai daerah menjadi busana internasional, eksklusif dari Indoesia.
”Desainer-desainer yang menggunakan produk atau kerajinan tradisional Indonesia memang lagi digalakkan di kancah Indonesia,” terang desainer nasional asal Palembang, Zainal Arifin, di Grand Indonesia Jakarta, Rabu (30/4).
Dia menjelaskan, langkah itu diambil untuk menaikkan kain tradisional nusantara menjadi busana kelas atas di Indonesia. ”Ada dua langkah yang sedang dilakukan desainer-desainer kita, seperti mas Adi Hartono, Yongki Kumaladi, Iwan Tirta, saya sendiri (Zainal Arifin, red), serta sejumlah desainer ternama yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Langkah itu, menaikkan kelas busana tradisional menjadi teratas di Indonesia, serta mengolah konsep busana tradisional bertaraf internasional, itu eksklusif loh,” terang pria yang akrab disapa Zainal Songket tersebut.
Diceritakannya, busana etnik Indonesia yang akan dibuat merupakan gabungan motif dan warna etnik nusantara. ”Tema Indonesian tradisional modern maksudnya kita giat-giatnya menggunakan produk Indonesia. Memang, dalam 2-3 tahun belakangan gencar terlihat pemerintah Indonesia mengangkat kain tradisional Indonesia menjadi kain internasional, yang diolah sedemikian rupa,” papar peraih penghargaan dari Presiden SBY dan isteri Presiden Amerika Serikat Mrs Laura Bush dalam katagori perajin tradisional.
Lanjut Zainal, busana internasional asal Indonesia itu nantinya bisa dalam bentuk kebaya, batik, pakaian pesta, dengan kombinasi bahan misalnya songket. ”Semuanya diolah menjadi satu busana internasional asal Indonesia yang mewah dan mahal. Soal namanya apa, itu juga masih dioah,” terang pria yang akan terbang ke Kairo pada 17 Mei nanti dalam rangka pameran kain tradisional, dengan memboyong sejumlah model dari Indonesia.
Selain itu, kata Zainal, dalam ajang Miss Indonesia 2008, dua setel songket dari Palembang dipakai untuk finalis. Songket itu tidak mesti dipakai oleh finalis asal Sumsel Heliya Septiana, tetapi bisa digunakan untuk 32 finalis lainnya dari seluruh Indonesia pada malam puncak 13 Mei mendatang di Cenderawasih Room, JCC, Jakarta, live RCTI.
”Dua setel busana asal Palembang itu saya carikan paduan warna kuning dan merah. Pakaian tradisional modern itu digunakan sesuai dengan temanya Miss Indonesia 2008 ini,” papar pria kelahiran Palembang tersebut.
Martha Tilaar, chairwomen & founder of Martha Tilaar Group menambahkan, saatnya para wanita Indonesia mengenakan busana Indonesia. ”Contoh-contoh wanita Indonesia ialah yang cantik menggunakan busana asli Indonesia. Saya saja dalam usia 71 tahun masih merasa sweet seven teen,” ujar wanita yang aktif dalam gelaran sederet penganugerahan untuk perempuan Indonesia dari masa ke masa itu.
Untuk itu, lanjut pemilik cosmetic beauty school art & beauty (handy craft) itu, banyak hal yang harus dipelajari oleh wanita Indonesia agar bisa menjadi cantik, menarik, peduli, dan cerdas, antara lain harus belajar. ”Belajar untuk mempelajari diri sendiri, termasuk mempelajari apa yang mesti dilakukan dalam segala hal, belajar apa yang bisa diperbuat untuk Indonesia,” bebernya.(05)
Sumber : www.sumeks.co.id (2 Mei 2008) Kredit foto : photos.igougo.com