You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
11 juni 2008 14:46
Tamadun Melayu Perkukuh Hubungan Malaysia-Indonesia
Jakarta- Hubungan diplomatik Malaysia-Indonesia diperkukuh dan dipereratkan oleh keserumpunan Melayu. Warisan tamadun, budaya dan bahasa Melayu memantapkan hubungan Malaysia-Indonesia dan Islam menjadi ajaran serta panduan kehidupan keseharian.
Dasar antarbangsa dan diplomatik kedua negara dari rumpun Melayu ini menjadi tulang punggung dan memantapkan stabilitas negara-negara dalam ASEAN. Hal itu diungkapkan Prof Datuk Dr Abdul Latiff Abu Bakar, budayawan dan guru besar Universiti Malaysia, pada senimar internasional Peranan Bugis dalam Pengembangan Alam Melayu Raya, Selasa (10/6) di Jakarta. "Di Malaysia banyak turunan masyarakat Bugis. Sultan Selangor adalah pewaris kuat dari Raja Bugis dan pembesar-pembesar Pahang juga keturunan Bugis," katanya.
Abdul Latif juga mengemukakan bahwa sejak abad ke-18, pemerintahan negeri Johor banyak bergantung kepada kepahlawanan orang-orang Bugis. Bahkan mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak adalah keturunan Bugis Makassar, keturunan Sultan Abdul Jalil atau Mappadulung Daeng Manttimung Karaeng Sanrobone, Raja ke-15 di Kerajaan Goa. "Sejak Tuanku Abdul Rahman menjadi Perdana Menteri Malaysia hingga kepemimpinan Dato Seri Abdullah Ahmad Badawi, pemikiran politik dan hubungan diplomatik Malaysia-Indonesia senantiasa diperkukuh dan dipereratkan," tandasnya.
Abdul Latiff juga mengungkapkan bahwa Dato Seri Najib Tun Razak yang mendapat gelar Doktor Kehormatan dalam bidang Ekonomi Politik di Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia, 10 September 2007 lalu, adalah keturunan Bugis yang selalu diberi tanggung jawab oleh Perdana Menteri Malaysia untuk menjalin hubungan erat Malaysia-Indonesia. Menurut Abdul Latif, sebagai anak Bugis, Tun Abdul Razak dan Dato Seri Najib tetap berpegang kepada ajaran Islam dan falsafah Melayu-Bugis, yang dijadikan panduan untuk berjuang dalam kegiatan politik, pemerintahan, pentadbiran, dan kemasyarakatan di Malaysia.