You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
24 juni 2007 05:01
HUT 223 Pekanbaru; Banyak Yang Perlu Dibenahi
Walikota Pekanbaru, Riau, Herman Abdullah, mengaku masih banyak yang perlu dibenahi di usia kota Pekanbaru yang ke-223 tahun ini. Terutama pembenahan di bidang sosial
Pekanbaru- Usia kota Pekanbaru sudah terbilang tua, mencapai 223 tahun, tepatnya pada 23 Juni 2007 ini. Walikota Pekanbaru, Riau, Herman Abdullah, mengaku bersyukur diberi kesempatan memimpin Pekanbaru pada usianya sekarang. Ia bertekad menjadikan Pekanbaru sebagaimana visi dan misi Pekanbaru 2021 yakni sebagai pusat perdagangan dan jasa, pusat pendidikan serta pusat budaya Melayu.
Dalam pidatonya saat rapat paripurna istimewa di gedung dewan Balai Payung Sekaki, Herman mengakui masih banyak kendala yang dihadapinya dalam melaksanakan pembangunan. Kendala tersebut antara lain laju pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi, rendahnya kesadaran masyarakat membayar pajak, keterbatasan dana APBD, pembenahan titik rawan banjir, belum kondusifnya keamanan dan ketenteraman, masih kurangnya taman kota dan ruang terbuka hijau, belum terlaksananya ganti rugi pembebasan lahan jembatan Siak III, Siak IV dan jalan Hang Tuah serta belum selesainya pembebasan lahan pada Kawasan Industri Tenayan.
"Ke depan, permasalahan yang mencuat seperti ganti rugi lahan jembatan Siak IV akan kira tuntaskan. Angka kemiskinan harus ditekan serta mengupayakan agar masyarakat bisa merasakan pendidikan murah dan berkualitas," jelas Herman.
Selain itu, penghijauan harus terus dilakukan demi menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang asri. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sendiri menargetkan penanaman 5-6 ribu batang pohon setiap tahun.
Tekad Pemko tersebut, juga direalisasikan dalam acara sidang paripurna kali ini. Setiap tempat duduk hadirin, diberikan satu tanaman jambu dengan maksud agar ditanam hadirin yang hadir, di rumah masing-masing. Alhasil, semua yang hadir terlihat menenteng pohon jambu saat pulang.
Sementara itu, mantan Walikota Pekanbaru Farouk Alwi menyatakan bahwa kekurangan Pemko saat ini adalah dalam bidang pelayanan publik. Ia mengaku pelayanan yang diberikan Pemko dan jajarannya baru sekitar 63%. Namun untuk bidang infrastruktur, diakui Alwi Pekanbaru sudah maju cukup pesat.