Friday, 24 April 2026   |   Friday, 7 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 4.494
Yesterday : 18.047
Last week : 7.342.256
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

27 sepember 2008 07:45

Indonesia Miliki Deposit Budaya Melimpah

Indonesia Miliki Deposit Budaya Melimpah

Yogyakarta, MelayuOnline.com- Dalam ekonomi kreatif, mata budaya dapat dimanfaatkan untuk menopang kesejahteraan pemiliknya. Namun ketika mata budaya-mata budaya tersebut dimiliki oleh beberapa daerah dan negara, pemanfataan secara ekonomi berpotensi menimbulkan gesekan. Oleh karenanya perlu dibangun kesepahaman tidak saja bagaimana menjaga dan melestarikannya, tetapi juga bagaimana memanfaatkannya.

Dr. Mukhlis PaEni, dewan pengarah Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), yang juga staf ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia menyampaikan hal tersebut dalam kunjungan sekitar dua jam di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Yogyakarta, Kamis (25/09/2008). Turut serta dalam kunjungan tersebut Presiden ATL, Prof. Dr. Pudentia, MPSS., MA., dan Humas ATL yang juga wartawan senior Kompas, Kenedi Nurhan.  


Lebih lanjut, Mukhlis PaEni mengatakan bahwa Indonesia memiliki deposit budaya melimpah, namun sayang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena kepemilikan deposit budaya tidak diimbangi oleh ketersediaan deposit Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif. “BKPBM telah memberikan contoh yang baik bagaimana memanfaatkan mata budaya tersebut. Saya sangat bangga dengan BKPBM yang telah secara kreatif menginventarisir deposit budaya dan memproduksinya untuk kesejahteraan umat manusia”, ungkap mantan Direktur Jendral Seni dan Budaya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata ini.

Di penghujung bincang-bincang santai itu, Mukhlis PaEni membacakan sebuah pantun Melayu:

Alangkah besar si pohon kayu
Tapi di mana buahnya
Alangkah besar dunia Melayu
Tapi di mana tuahnya.    

Melanjutkan penjelasan Mukhlis PaEni, Pudentia mengatakan bahwa munculnya gesekan-gesekan antara pemilik kebudayaan Melayu, khususnya Indonesia dan Malaysia, akhir-akhir ini, karena kedua negara berlomba-lomba melakukan ekonomisasi deposit budaya tanpa dilandasi semangat saling memahami. MelayuOnline.com mempunyai posisi strategis untuk menjadi jembatan penghubung untuk membangun saling pengertian antara pendukung kebudayaan Melayu, yaitu dengan memunculkan kembali memori kolektif bersama.

Merespon pembicaraan Mukhlis PaEni dan Pudentia, Pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra, SH. MM., mengatakan bahwa keberadaan BKPBM dengan tiga portal yang dimiliki (www.melayuonline.com, www.wisatamelayu.com, dan www.rajaalihaji.com) didedikasikan untuk membangun tamadun Melayu yang humanis. Secara jujur Bang MAM, panggilan akrab Mahyudin, mengatakan bahwa terkadang ia merasa gamang apakah yang dilakukan BKPBM akan bermanfaat bagi kemanusiaan. Jika bermanfaat, tentunya institusi pemerintah dan lembaga-lembaga donor akan berdatangan membantu mensukseskan program-program BKPBM. “Sampai saat ini, BKPBM masih didanai secara mandiri. Belum ada satupun institusi pemerintah dan lembaga donor yang memberikan bantuan finansial yang berkesinambungan untuk menjamin kelangsungan aktivitas BKPBM.  Jika persoalan pendanaan tidak segera terselesaikan, bukan tidak mungkin BKPBM dalam beberapa bulan ke depan tinggal sejarah,” ungkap Bang MAM.

Dalam kesempatan tersebut, Yunda Teti (panggilan akrab Dr. Pudentia) juga secara khusus menyampaikan undangan kepada Mahyudin untuk menjadi salah satu pembicara dalam seminar yang akan diadakan ATL di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.


Dr. Mukhlis PaEni, Mahyudin Al Mudra, SH.MM., Prof. Dr. Pudentia, dan Kenedi Nurhan

Acara bincang santai ini diakhiri dengan buka bersama dan penyerahan kenang-kenangan dari ATL kepada Bang MAM berupa sebuah pigura, dan ketika bungkus cenderahati tersebut dibuka, wajah Bang MAM tampak sumringah sambil berkata “Wah… bagus sekali, hadiah ini sangat istimewa bagi saya”. Menerima kenang-kenangan tersebut, Bang MAM mengucapkan terimakasih secara tulus kepada ATL. Rupanya, kenang-kenangan tersebut merupakan tulisan Kenedi Nurhan tentang sosok Mahyudin Al Mudra yang dimuat di Kompas tanggal 8 Agustus 2008.  (Ahmad Salehudin/brt/09-08).


Read : 4.560 time(s).

Write your comment !