Oleh: Lukman Solihin*A. Pendahuluan Marapu merupakan kepercayaan lokal yang dianut oleh masyarakat Pulau Sumba di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kepercayaan asli masyarakat Sumba ini tetap dianut oleh sebagian masyarakat Sumba hingga kini, di samping agama resmi yang mulai diinternalis... detail... »
Artikel Ditulis dalam Bahasa Melayu-Malaysia Oleh Jalaluddin Abdul Malek Pengenalan Bagaimana orang Melayu menerima konsep bandar pintar? Isu ini jarang dibincangkan, kerana ia agak baru, tetapi kesannya sudah terasa kerana proses pembangunan bandar pintar bergantung pada penerimaan penghuninya. Pemikiran perbandaran (urbanisme) ... detail... »
Oleh Hafas Furqani Pendahuluan Salah satu keunikan orang Aceh, baik tua maupun muda, intelektual atau pun orang awam, adalah mereka memiliki kegemaran yang sama, yaitu suka berbicara dan mengkaji sejarah Aceh. Otto (2006) melihat fenomena ini dipicu dua hal. Pertama, ia menunjukkan pola berpikir orang Aceh yang berbasis kuat pada ... detail... »
Artikel Ditulis dalam Bahasa Melayu-Malaysia Oleh Gusni Saat Pengenalan Sama-Bajau ialah suku etnik Melayu maritim. Mereka kini menjadi peribumi di tiga buah negara, Malaysia, Filipina, dan Indonesia, dengan populasi tidak kurang satu juta orang (Gusni 2007). Perubahan sejarah sosial suku etnik Sama-Bajau di Kepulauan Me... detail... »
Oleh Tri Marhaeni Pendahuluan Candi-candi di Bumiayu, Muara Enim, Sumatra Selatan, merupakan death monument, artinya monumen yang telah ditinggalkan masyarakat pendukungnya. Candi tersebut ditinggalkan mungkin seiring dengan terdesaknya kekuatan politik Hindu oleh Islam pada sekitar abad ke-16. Kemudian candi-candi itu rusak ... detail... »
Oleh La Imam Ana Rasa Bima termasuk Daerah Tingkat II Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bima telah melewati perjalanan sejarah panjang yang bermula dari masa sebelum Islam. Sayangnya, karena keterbatasan sumber, hingga kini masih sulit untuk mengungkapkan serta memapa... detail... »
Oleh Hermayulis Pengenalan Sebelum memperkatakan peranan dan kedudukan perempuan dalam adat Melayu Serumpun, perlu disepakati dahulu tentang konsep Melayu Serumpun. Ia setidaknya dapat difahami dari dua makna: masyarakat Melayu Polinesia dan masyarakat atau suku-suku bangsa di Nusantara. Dalam makalah ini saya ingin memperkatakan Mela... detail... »
Oleh Ichwan Azhari Pendahuluan Gerakan nasionalisme Indonesia selama ini telah dikonstruksi secara keliru baik oleh kebanyakan sejarahwan Indonesia, sejarahwan Belanda, maupun sejarahwan asing lainnya. Konstruksi itu menunjukkan seakan-akan gerakan nasionalisme hanya berlangsung atau berarus di pulau Jawa, dengan tonggak-tonggak ger... detail... »
Oleh Lucas Partanda KoestoroPendahuluan Pada awalnya pengertian obyek arkeologi berkenaan dengan peninggalan kebudayaan masa silam yang tidak berupa keterangan-keterangan tertulis. Zaman dimaksud dibedakan dari zaman sejarah karena ketiadaan keterangan tertulis, dan di bagian ini orang kerap mengartikan bahwa arkeologi membatasi diri pada y... detail... »
Oleh Suryadi Pendahuluan Dalam studi pernaskahan Nusantara, genre surat sudah menjadi objek kajian tersendiri yang telah menarik para peneliti untuk membahas kandungan isi, iluminasi, bahasa dan aksara, mohor/cap, serta aspek historisnya. Umumnya surat-surat Melayu dari abad ke-17 yang sekarang masih tersimpan di beberapa perpustakaan di dunia dia... detail... »
Oleh Yohanes Supriyadi Pendahuluan Sesungguhnya, berbicara tentang Dayak merupakan sesuatu yang misteri, perlu banyak waktu untuk mengenalinya dengan teliti sehingga paham secara benar. Istilah Dayak baru dikenal dunia setelah penemuan Dr. August Kanderland, seorang sosiolog Belanda, tahun 1803. Dalam penemuannya, August menjelaskan b... detail... »
Oleh Dr. Budya Pradipta Pendahuluan Seminar yang diselenggarakan oleh PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) mempunyai peran ganda. Peran pertama, PNRI mengangkat tema Naskah Kuno sebagai Perekat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Tepat, justru dalam situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih carut-marut. Dengan t... detail... »