Selasa, 28 April 2026   |   Arbia', 11 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.950
Kemarin : 25.766
Minggu kemarin : 7.342.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



08 april 2015 07:07

Riwayat Bahasa Melayu dari Pertumbuhan dan Perkembangannya

Judul Buku
:
Sejarah Ringkas Bahasa Melayu
Penulis
:
Asmah Haji Omar
Penerbit:
Jabatan Muzium Malaysia
Cetakan
:
2013
Tebal
:

110 halaman

Ukuran
:
25,5×17,8 cm 

Buku ini berisi sejarah ringkas bahasa Melayu. Kandungan buku ini bertumpu pada poin-poin penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pembaca akan disajikan pengetahuan bahasa Melayu yang lebih terinci dan bahasa yang digunakan pun disesuaikan dengan kalangan masyarakat umum, sehingga mudah dipahami. Oleh karena itu, istilah-istilah ilmiah linguistik yang erat dengan bahasa dicoba untuk dihindari. Adapun istilah-istilah khusus seperti leksikostatistik, metafungsi ideasional, dan lain sebagainya tetap digunakan karena untuk membawa padanan makna yang tepat bagi topik sub-bahasan yang diperbincangkan.

Pada buku yang ditulis oleh pakar bahasa Melayu kenamaan dari Malaysia, Asmah Haji Omar, ini kita akan disuguhi gambaran bahwa bahasa Melayu dari zaman dan kawasan manapun tidak pernah berhenti dalam pertumbuhannya sebagaimana bahasa-bahasa lainnya di kawasan Asia Tenggara. Sebuah pengantar pengenalan yang mencerahkan bagi pembaca, bahwasanya bahasa Melayu ini dituturkan oleh kurang lebih 300 juta orang di sebagian besar negara-negara yang berada di kepulauan Melayu (Malay Archipelago) yaitu Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam. Ketiga negara tersebut menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional. Atas dasar itu, ketiga negara itu disebut negara-negara Melayu oleh para ahli bahasa. Namun, dari segi sejarahnya, masing-masing negara memberi nama khusus bagi bahasa nasionalnya. Contohnya di Brunei Darussalam tetap menamakannya sebagai bahasa Melayu, sedangkan Indonesia menamakannya bahasa Indonesia. Adapun Singapura, bahasa Melayu bukan menjadi bahasa nasional yang pertama karena digunakan pula bahasa asing sebagai bahasa resmi negara meskipun lirik lagu kenegaraannya menggunakan bahasa Melayu dan letak geografisnya di tengah alam Melayu.

Pada bab satu hingga tujuh, pembaca akan mendapat pengetahuan awal perkembangan dan perubahan-perubahan bahasa yang terjadi. Perubahan yang dimaksud ini berkaitan perubahan yang ada di dalam masyarakatnya. Kawasan inti bahasa Melayu, yaitu Semenanjung Malaysia, pulau Kalimantan dan pulau Sumatera  ini, dari segi geografis merupakan tempat strategis bagi jalur perdagangan pada masa lampau. Posisi ini membawa dampak besar bagi perkembangan bahasa Melayu. Sifat terbuka masyarakat Melayu juga memiliki peran dalam perkembangannya dari masa ke masa. Keterbukaan dan interaksi dengan orang-orang asing telah menjadikan bahasa Melayu lebih dinamis. Hal itu dibuktikan oleh Asmah dengan banyaknya kata-kata pinjaman dari bahasa Arab meskipun dalam bahasa Melayu telah ada kata yang semakna. Contoh, di Malaysia ada kata tilawah dari bahasa Arab yang bermakna bacaan. Sekalipun memiliki padanan, kata ini tetap digunakan dalam konteks agama Islam, seperti pada Majlis Tilawah Al-Quran. Pada masa-masa awalnya dikenal sebagai Majlis Pertandingan Membaca Quran.

Meskipun Asmah banyak membahas perkembangan bahasa Melayu di Malaysia, namun ia juga tidak lupa membahas pembinaan bahasa Melayu itu di negara-negara serumpun termasuk Indonesia. Perjanjian persahabatan antara negara Malaysia dengan Malaysia mengenai bahasa telah mencapai kesepakatan bahwa  bahasa Melayu dan Indonesia berasal dari akar bahasa yang sama. Perjanjian ini utamanya membahas tentang sistem ejaan untuk mencapai satu sistem ejaan bahasa nasional yang sama, tetapi karena ada konfrontasi antar dua negara, sistem ejaan ini belum selesai disepakati. Dengan sajian yang ringkas, ilmiah, dan rinci buku ini sangat tepat ditujukan pada pengamat dan peneliti bahasa Melayu dan dapat menjadi salah satu acuan referensi bagi penelitian-penelitian mengenai rumpun bahasa Melayu (Adwi/Res/03/04-2015).

Dibaca : 1.006 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi