Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 699
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



08 agustus 2015 07:07

Hikayat Malim Deman

Judul Buku
:
Hikayat Malim Deman
Penulis
:
Pawang Ana, Raja Haji Yahya
Penerbit:
Fajar Bakti, Shah Alam Malaysia
Cetakan
:
Ketiga, 1998
Tebal
:
viii + 85 Halaman
Ukuran
:
15 cm x  22 cm.

Hikayat Malim Deman merupakan cerita lama (hikayat) yang tergolong dalam bentuk sastra lama yang menjadi penghilang gundah bagi siapa saja yang mendengar/membacanya. Hikayat ini dibuat dengan bahasa sastra yang tinggi dan penuh makna. Sangat disukai oleh masyarakat mulai dari lapisan umum hingga para raja yang berkuasa. Karena itu Hikayat Malim Deman terdapat juga dalam sastra Aceh, Minangkabau, dan Batak.

Hikayat ini mengisahkan latar belakang keluarga pada zaman dahulu dan yang menjadi watak utama ialah Malim Deman, putera tunggal Raja Malim Dewa yang dipercayai memerintah di sebuah tempat yang bernama Bandar Muar. Malim Deman mempelajari ilmu dunia dan akhirat sehingga ia menjadi seorang yang perkasa dan bijak dalam segala hal.

Hikayat yang kaya syair dan pantun nan indah ini dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu sebelum mengembara, ketika mengembara, dan sekembalinya dari pengembaraan.

Hikayat Malim Deman pada zaman dahulu tersebar luas secara lisan dan turun temurun. Berkembang cepat di tengah masyarakat melalui cerita dari mulut ke mulut. Bahkan hingga saat ini, ketika hikayat ini sudah banyak dibukukan, tidak diketahui siapa sang empu dan pembuat ceritanya. Walaupun tidak diketahui kebenaran dari hikayat tersebut, Saat ini buku-buku Hikayat Malim Deman menjadi salah satu sumber penting dalam kajian bahasa dan sejarah Melayu. 

Buku Hikayat Malin Deman ini juga menjadi salah satu usaha menjaga keaslian cerita agar tidak mengalami perubahan baik yang disengaja si pembawa/pembaca cerita ataupun tidak disengaja yang dapat mengurangi keaslian dari cerita tersebut. (OS Koto/Res/46/07-2015)

Editor: Agus Najib Afwan

Dibaca : 3.187 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi