Close
 
Jumat, 19 Desember 2014   |   Sabtu, 26 Shafar 1436 H
Pengunjung Online : 1.118
Hari ini : 6.684
Kemarin : 15.192
Minggu kemarin : 186.674
Bulan kemarin : 631.927
Anda pengunjung ke 97.472.512
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

05 februari 2011 06:00

Kirab Pusaka Kerajaan Mempawah

Kirab Pusaka Kerajaan Mempawah

Mempawah, MelayuOnline.comHarmonisasi keragaman etnis tersaji lewat kirab pusaka Kerajaan Mempawah yang digelar pada (31/1). Menurut rencana, kirab pusaka akan melewati rute Istana Amantubillah-Jalan Gusti Mohammad Taufik Perempatan-Jalan Mane Pak Kasih-Jalan Raden Kusno-Pertigaan Tugu Tani-Pasar Mempawah-Lapangan Basket-Istana Amantubillah. Kirab pusaka Kerajaan Mempawah merupakan rangkaian dari acara Robo-robo yang akan digelar pada Rabu, 2 Februari 2011.

Kirab Pusaka Kerajaan Mempawah melibatkan berbagai etnis yang bermukim di Mempawah dan sekitarnya, yaitu: Laskar Kerajaan Mempawah, MABN Kabupaten Pontianak Kecamatan Mempawah Timur, MABT Kabupaten Pontianak, dan Warga Sadaniang. Perwakilan dari beragam etnis seperti Melayu, Bugis, Dayak, dan Tionghoa inilah yang menjadi inti dari harmonisasi yang terpancar lewat kirab pusaka Kerajaan Mempawah.

Dalam iring-iringin peserta kirab, barisan pasukan dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu Pasukan Waris, Merak, Hitam Baruna, Hijau Pusaka, Putri Kuning, Sekretariat yang mengiringi jalannya kirab dengan Gamelan Senenan, Sentono Balang, dan Mufti. Tak ketinggalan perwakilan dari etnis Tionghoa juga turut memeriahkan kirab dengan mengirimkan perwakilan berupa pertunjukan Barongsai lengkap dengan naga dan singa.

Tema kirab pusaka adalah upaya untuk menjaga harmonisasi antaretnis serta menunjukkan identitas Kerajaan Mempawah dengan cara dipamerkannya berbagai senjata pusaka milik Kerajaan Mempawah. Berbagai senjata yang dipamerkan antara lain: Mandau Panglima Sung, Mandau Panglima Ongge’, Pedang Pagaruyung, Keris Pakubuwono V, Pedang Sambernyowo, Tombak Tankapi, Meriam Sigonda, Meriam Raden Mas, dan Meriam Maryam.

Pangeran Ratu Mulawangsa dalam kata sambutannya mengatakan bahwa, tujuan diadakannya kirab pusaka ini adalah untuk menunjukan pusakanya orang Mempawah yang tak hanya dipandang melalui benda namun juga keragaman etnis. Secara singkat beliau mengatakan bahwa, “inilah pusaka Mempawah”.

Pernyataan tersebut merujuk pada budaya amalgamasi yang telah ditularkan oleh Opu Daeng Menambon sejak kedatangan beliau ke Mempawah sekitar tahun 1737 M. Budaya amalgamasi yang berusaha untuk tetap dilestarikan tersebut diwakili oleh keragaman etnis yang turut serta dalam kirab pusaka. Menurut Pangeran Ratu Mulawangsa, inilah modal utama pembangunan, yaitu pembangunan mental dengan cara merujuk kembali pada asal-usul dan budaya.

Budaya yang dipahami lewat dua kata “budi” dan “daya” dipastikan akan bermuara pada kemajuan karena tiap insan yang terlibat di dalamnya akan berusaha untuk terus menjaga budi dengan segala upaya (daya). Salah satu cara untuk menjaga budi tersebut adalah tidak melupakan asal usul sebagai identitas (jatidiri).

Akhirnya, sekitar pukul 09.30 WIB, dengan menyerukan lafadz “Allahu Akbar”, kirab pusaka Kerajaan Mempawah resmi dimulai.

(Tunggul Tauladan/01/01-2011)

Foto: Fajar Kliwon


Dibaca : 1.764 kali.

Tuliskan komentar Anda !