Minggu, 23 Agustus 2026 |Isnain, 9 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 487
Hari ini
:
15.339
Kemarin
:
20.520
Minggu kemarin
:
178.006
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
07 november 2007 05:15
Singapura Jalin Kerjasama Pendidikan dengan Aceh
Banda Aceh- Pemerintah Singapura akan menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan dengan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), dalam rangka membantu provinsi itu untuk memperbaiki mutu pendidikannya.
Untuk itu, pemerintah negara tersebut juga menjanjikan sejumlah fasilitas seperti beasiswa kepada siswa Aceh yang berprestasi, dan ingin melanjutkan pendidikan ke sana.
Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura, George Yeo kepada wartawan yang menanyakan apakah ada kesempatan bagi siswa di Aceh untuk belajar dan mendapat beasiswa ke Singapura, usai peresmian Sekolah Terpadu Islam Yayasan Fajar Hidayah, bantuan masyarakat Singapura di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (6/11).
“Tentu saja, sejauh mereka mampu, akan ada kesempatan bagi mereka mendapat beasiswa dan belajar ke Singapura,” ujar George Yeo.
Ia juga berharap akan ada semacam program dalam bentuk pertukaran pelajar antara Singapura dengan Indonesia, khususnya Aceh.
“Kami juga sangat menyambut baik, jika orang Aceh ingin tinggal untuk belajar di Singapura,” jelasnya.
Menyangkut dengan pembangunan gedung sekolah terpadu Islam yang berasrama (boarding school) yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang cukup bagus, oleh bantuan masyarakat Singapura melalui Singapore International Foundation (SIF) senilai Rp30 miliar, George Yeo menyatakan, ini merupakan bentuk kerjasama pendidikan antara kedua negara.
“Saya kira, ini adalah proyek sekolah yang luar biasa sebagai bentuk kerjasama bilateral antara Indonesia dan Singapura. Selain itu, proyek sekolah ini juga wujud persahabatan antara kedua negara. Namun, poin terpenting dari kerjasama ini adalah, kita ingin memberi kesempatan kepada generasi muda Aceh dan juga untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Sementara Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Bambang Soedibyo yang juga hadir saat peresmian sekolah tersebut menyatakan terima kasihnya kepada pemerintah Singapura atas bantuan tersebut.
“Pada kesempatan yang baik ini, kami atas nama pemerintah pusat menyampaikan terima kasih setinggi-tinginya kepada masyarakat Singapura yang diwakili Singapura International Foundation atas bantuan yang diberikan sehingga terwujud fasilitas pendidikan berasrama pada sekolah ini yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya anak-anak yatim terutama korban tsunami, dimana dengan demikian dapat terselenggara pendidikan bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi,” ujar menteri.
Menurutnya, proyek pembangunan sekolah ini terlaksana dengan adanya hubungan persahabatan dan persaudaraan antar bangsa khususnya antara Indonesia dengan Singapura.
“Semoga hubungan yang terjalin ini terus bisa dilanjutkan dijaga, dan dikembangkan di masa yang akan datang,” kata Bambang.
Turut hadir juga pada peresmian tersebut, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kapolda Aceh Irjen Pol Rismawan, Wakil Ketua DPRA Waisul Qarany Ali, Bupati Aceh Besar Bukhari Daud dan Wakadis Pendidikan NAD Anwar Muhammad.
Sumber : www.analisadaily.com Kredit foto : www.fajarhidayah.or.id