Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.463
Hari ini : 21.647
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

29 april 2008 05:16

Sulsel Akan Bentuk Dewan Ketahanan Budaya

Sulsel Akan Bentuk Dewan Ketahanan Budaya

Makassar- Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam waktu dekat ini akan memiliki Dewan Ketahanan Budaya (DKB) daerah sebagai upaya mencegah semakin terkikisnya budaya lokal dan nasional oleh budaya modern.

"Kalau untuk menyelamatkan pangan adanya dewan ketahanan pangan, maka kami pun akan membentuk DKB untuk menyelamatkan budaya dan kesenian daerah," kata Budayawan Prof DR Abu Hamid di Makassar, Minggu (27/4).

Seperti dikutip Antara, guru besar Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin (Unhas) itu mengatakan, melalui DKB akan digencarkan kembali sosialisasi penerapan nilai-nilai budaya misalnya etos kerja dan nilai sosial lainnya seperti kegotongroyongan dan `siri na pacce` (senasib sepenanggungan).

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo telah mempercayakan kepada Abu Hamid yang juga Rektor Universitas 45 Makassar ini untuk menyusun persiapan pembentukan DKB Sulsel itu.

"Saya sudah mengutarakan kepada bapak gubernur terkait rencana membentuk DKB ini dan hal ini sesuai dengan bidang yang saya geluti. Saya siap mendukung pemerintahan Gubernur Syahrul dan DKB Sulsel akan menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan," ujarnya.

Abu Hamid berharap, berbagai kebijakan pembangunan daerah yang lahir ke depan nanti, tidak akan melemahkan ketahanan budaya kita, tetapi justru semakin diperkuat.

Mengenai pembentukan DKB Sulsel tersebut, ia mengatakan, akan dirangkaikan dengan seminar budaya Sulawesi yang dijadwalkan digelar pertengahan 2008 mendatang.

Seminar itu antara lain akan membahas dan menggali budaya Sulawesi yang sudah mulai terkikis oleh arus modernisasi.

Budayawan ini mengkhawatirkan generasi muda di Sulsel yang sudah mulai jarang menggunakan bahasa daerah sehingga bila itu dibiarkan terus, maka 10 tahun ke depan bahasa daerah akan punah.

Sumber : www.suarapembaruan.com (28 April 2008)
Kredit foto : www.dprdsulsel.go.id


Dibaca : 1.707 kali.

Tuliskan komentar Anda !