Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.590
Hari ini : 24.065
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 agustus 2009 02:30

Takut Diklaim, Aceh Patenkan Adat Budayanya

Takut Diklaim, Aceh Patenkan Adat Budayanya

Banda Aceh, NAD - Beragam adat budaya masyarakat di Provinsi Aceh akan dipatenkan, terutama budaya yang sudah mulai kabur kekhasannya, untuk mencegah klaim negara lain seperti yang terjadi terhadap Tari Pendet Bali. "Aneka adat budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat kita pelihara kelestariannya dan adat budaya mana saja yang kita anggap paling mendesak akan dipatenkan," kata Gubernur Provinsi Aceh Irwandi Yusuf di Banda Aceh, Kamis (27/8).

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik sebelumnya meminta gubernur dan bupati se-Indonesia segera mendaftarkan hak paten upacara adat perkawinan di daerah masing-masing ke Departemen Hukum dan HAM untuk mencegah klaim negara lain. Hal tersebut dikemukakan Menbudpar mengacu pada tindakan Malaysia yang "membajak" beberapa lagu tradisional Indonesia serta mematenkan salah satu motif kain batik sebagai karya budaya milik negeri jiran tersebut.

Gubernur Irwandi Yusuf mengatakan, adat budaya di Aceh, seperti tari-tarian, saat ini sudah mulai kehilangan kekhasannya karena telah dimodifikasi dengan tarian modern. Selain itu, budaya yang "kabur" sebab hampir mirip dengan budaya di daerah lain, termasuk Malaysia, yang juga banyak ditinggali masyarakat Aceh sehingga budayanya bercampur.

Klaim budaya yang dilakukan Malaysia melalui iklan pariwisata negara tersebut menampilkan lagu tradisional dan kesenian Indonesia, seperti Reog Ponorogo dan Tari Pendet dari Bali sebagai budaya asli mereka. Ini menimbulkan kecaman masyarakat seluruh Nusantara. Bukan hanya adat budaya yang diklaim milik Malaysia, sebelumnya, Pulau Sipadan dan Ligitan juga diambil oleh negara tersebut. (Ant/Kom).

Sumber: http://oase.kompas.com


Dibaca : 2.888 kali.

Tuliskan komentar Anda !