Close
 
Senin, 25 Mei 2026   |   Tsulasa', 8 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 7.019
Kemarin : 23.907
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

01 november 2008 01:49

Anugerah Sagang untuk Seniman Riau

Jakarta- Jarum jam menunjukkan pukul 19.30 WIB. Busana warna jingga menyala bermotif batik dipadu sarung warna kuning emas yang dikenakan sembilan penari dari sanggar Seni Riau itu, menebar semarak ke seluruh ruangan. Hentakan gendang bertalu-talu beserta gesekan biola bernada riang dipadu dengan berbagai alat musik Melayu.

Mereka membawakan Tari Pesta Nelayan Pesisir di aula sebuah hotel di Pekanbaru, Riau, Selasa malam itu. Tari itu menyemarakkan "Malam Anugerah Sagang 2008". "Acara ini bentuk nyata penghargaan dan apresiasi kepada yang mulia para budayawan, seniman, dan pekerja budaya dan seni di Riau," kata penggagas dan pendiri Yayasan Sagang, Rida K. Liamsi.

Anugerah Sagang malam itu diberikan untuk tujuh kategori. Kategori seniman/budayawan diraih Fakhrunnas M.A. Jabar. Ia dinilai produktif dan konsisten dalam berkarya, baik cerpen, buku-buku sastra Melayu, puisi, maupun novel.

Untuk kategori buku pilihan disabet penulis G.P. Ade Darmawi dengan bukunya Siak Sri Indrapura Dar Al salam Al Qiyam (2008). Untuk nonbuku/alternatif diraih oleh Emmy Kadir. Ia dinilai luar biasa dalam mengekspresikan kondisi Riau lewat lukisan Topeng Mak Yong

Kategori institusi budaya diberikan kepada Radio Soreram Indah 91,5 FM. Radio ini sejak 1990 dinilai konsisten dengan fitur-fitur acara budaya Melayu, acara dialog Melayu, hingga keseharian masyarakat Melayu.

Kategori lain, yakni Anugerah Serantau, jatuh pada Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu Yogyakarta. Penghargaan lain jatuh pada sebuah karya penelitian tentang kerajinan daerah Riau, yang kemudian dibukukan dalam Khazanah Kerajinan Melayu Riau (2008) oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Riau.

Kategori terakhir, yakni Anugerah Karya jurnalistik, jatuh pada liputan khusus yang berjudul Pacu Jalur Telukkuantan: Menjual Ayam Mengeram yang ditulis Purnimasari, wartawan Riau Pos. Tulisan itu dimuat bersambung di koran itu. (Jupernalis Samosir)

Sumber : www.tempo.co.id (30 Oktober 2008)


Dibaca : 3.118 kali.

Tuliskan komentar Anda !



29 oktober 2008 04:27

Malam Anugerah Sagang 2008

28 oktober 2008 08:07

Malam Ini, Puncak Anugerah Sagang 2008

27 november 2007 06:10

Anugerah Sagang Menuju Rekor Muri