Selasa, 16 Maret 2010   |   Tsulasa', 30 Rab. Awal 1431 H
Pengunjung Online : 220
Hari ini   : 1.989
Kemarin : 18.942
Anda pengunjung ke 71.395.507
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA

 

Opini

Page ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
Total opini : 227
Kategori.
12 februari 2007 13:32
KERATON Kesultanan Palembang berkomunikasi dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Jawa, Arab, dan Melayu. Bahasa Melayu hidup di kawasan ini, jauh sebelum kesultanan berdiri dan diyakini sebagai bahasa masyarakat asli. Tertulis dengan huruf Pallawa, bahasa Melayu digunakan dalam Prasasti Kedukan Bukit (682 M). Prasasti yang ditemukan di tepi... detail... »
12 februari 2007 13:30
LUKAH adalah salah satu seni tradisi Melayu yang kini sudah sulit ditemukan keberadaannya di Provinsi Riau. Seni tradisi jenis permainan yang menggunakan alat penangkap ikan berupa bubu (terbuat dari bambu dan rotan sebagai penganyam) ini diiringi musik kompang, pembacaan pantun dan sedikit mantra. Kini lukah hampir tak pernah lagi menja... detail... »
Alam Melayu, Dunia Selat (Kita Bangsa Hilir)
10 februari 2007 10:03
Oleh : Dr. Yusmar YusufSepanjang korpus Melayu, begitu juga catatan berserak tentang sejarah Melayu, romantika, dinamika, dialektika, komedia, tragika humanika Melayu dan suksesi raja-raja Melayu dan nasab serta zuriatnya, senantiasa berhubung horizontal dengan dunia yang paling akrab dan hampir dengan diri manusia Melayu; sungai, selat,... detail... »
Kebudayaan dalam Kebijakan Publik dan Politik Lokal
09 februari 2007 18:34
Sebuah Pandangan terhadap Penetapan Perda Provinsi No. 36 Tahun 2001 Tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Provinsi Riau Oleh : Drh. H. Chaidir, MM.Pendahuluan Kebudayaan merupakan hal yang selalu diperkatakan orang pada zaman modern ini. Setiap kali orang-orang berbicara tentang kehidupan manusia, maka ujung... detail... »
Riau, Negeri Sahibul Kitab
09 februari 2007 15:06
Oleh : Amarzan LoebisRaja Ali Haji, bintang sastrawan Melayu yang paling mencorong di abad ke-18-19, wafat pada 1808. Dunia susastra dan penerbitan Melayu Riau tidak tenggelam sepeninggal sosok kelahiran Penyengat itu. Tapi kemudian kita melihat dua kejadian sambung-menyambung: Indonesia merdeka pada 1945, dan dunia tulis-menulis Riau yang deka... detail... »
09 februari 2007 11:44
Revitalisasi kebudayaan Melayu dapat dimulai secara konkret melalui bahasa. Hal itu dimungkinkan mengingat bahasa merupakan alat berkomunikasi, berekspresi, berpikir, dan juga menjadi alat yang menuntun orang dalam berperilaku. "Revitalisasi melalui bahasa berarti menghidupkan kembali fungsi-fungsi bahasa Melayu sebagai alat berpikir ... detail... »
09 februari 2007 11:37
RAMBUT panjang lurus, pakaian hanya menutupi dada bagian atas dengan seutas tali terkait pada jenjang leher, dan celana ketat tepat membalut pinggang hingga lutut. Sementara itu, kaum remaja prianya bergaya ala rapper, berkaus mirip pebasket profesional, maupun rapi bak eksekutif muda. Dandanan serba terbuka dan fashionable itu menjadi ... detail... »
20 januari 2007 10:18
Bahasa Melayu telah memasuki fase modern sejak abad ke-16, bersamaan dengan fase modern bahasa Inggris. Dengan demikian, sejarah bahasa Indonesia yang identik dengan bahasa Melayu bukan dimulai pada Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. James T Collins, guru besar linguistik dari Universitas Kebangsaan Malaysia, mengemukakan hal itu ... detail... »
20 januari 2007 09:05
Kota Tanjung Pinang, Provinsi Riau Kepulauan, sedang mempersiapkan kawasan Senggarang sebagai pusat budaya Melayu. Senggarang, yang juga akan menjadi pusat pemerintahan Kota Tanjung Pinang, akan diresmikan sebagai pusat budaya Melayu pada akhir Juli 2004. "Mewujudkan kawasan Senggarang sebagai pusat budaya Melayu merupakan salah s... detail... »
Situs Melayu Semakin Terabaikan
20 januari 2007 09:03
Oleh : Ferry SantosoBatu-batu dari benteng peninggalan Kesultanan Riau-Lingga di Pulau Penyengat, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, masih tersusun. Delapan meriam yang diletakkan terpencar di sudut-sudut bukit pulau itu masih berdiri tegak. Akan tetapi, beberapa bagian susunan batu benteng itu sudah runtuh. Jembatan kecil yang ada di dek... detail... »
Taman Para Pujangga Melayu
20 januari 2007 08:55
Oleh : Ahmad ArifPada awal abad ke-19, saat belahan bumi Nusantara yang lain masih belum mengerti aksara, pulau yang hanya seluas 240 hektar itu telah memiliki percetakan dan menerbitkan ratusan buku ilmiah dan keagamaan. Buku-buku yang ditulis di antaranya tentang perbintangan, obat-obatan, agama, dan tentang seks. Itulah Pulau Penyengat, s... detail... »
Page ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19