Sabtu, 18 April 2026   |   Ahad, 1 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.478
Hari ini : 22.925
Kemarin : 143.251
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Page  < 1 2 3 4 5 6

Ensiklopedi Melayu

Ensiklopedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pengetahuan serba aneka’. Pada sebuah ensiklopedi biasanya dipaparkan secara ringkas mengenai istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan sejarah, budaya, politik, maupun konsep-konsep relasi sosial dalam sebuah masyarakat. Tujuan sebuah ensiklopedi adalah menyajikan pengetahuan secara mudah, ringkas, dengan cakupan tema bahasan yang cukup luas.

Ensiklopedi MelayuOnline.com memaparkan segala peristilahan atau konsep-konsep yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Ensiklopedi Melayu mencakup berbagai hal dalam kebudayaan Melayu, seperti adat istiadat, ritual, pengobatan tradisional, kesenian, peralatan dan senjata, mata pencaharian, seni bina (arsitektur), bahasa dan sastra, kerajaan, tokoh, hingga hukum adat dan konsep-konsep yang berkenaan dengan pandangan hidup.

Ensiklopedi MelayuOnline.com disusun menurut abjad (bukan tema). Hal ini untuk memudahkan para pembaca memperoleh informasi secara cepat dengan cara melacak pada istilah atau konsep dalam kebudayaan Melayu. Misalnya untuk mengetahui ritual “Adat Pahe”, senjata khas Melayu “Badik”, alat musik “Didong”, perahu “Jukung”, dan lain sebagainya, pembaca cukup menelusuri abjad pertamanya.



Badudus

Ritual Badudus merupakan ritual untuk upacara penobatan Sultan di Kesultanan Banjar, peralihan status gadis yang menikah (pengantin), dan hamil pertama (Badudus Tian Mandaring). Badudus bertujuan untuk membentengi diri dari berbagai masalah kejiwaan, yaitu gangguan yang datang dari luar dan dari dalam diri manusia. Adat budaya ini disebut juga sebagai “mandi-mandi” atau “bapapai” yang ...

Balai

Merupakan singgasana atau tempat duduk Sultan dalam upacara Erau di Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura (Kalimantan Timur). Singgasana yang berhias daun beringin ini dibuat dari bambu kuning bertingkat tiga dan diletakkan di atas hamparan Tambak Karang. Terdapat beberapa spesifikasi Balai. Jika dibuat dengan 41 tiang maka Balai itu diperuntukkan bagi Sultan, 40 tiang untuk Putera Mahkota, 16 tiang ...

Beluluh

Merupakan salah satu ritual dalam upacara Erau di Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura (Kalimantan Timur). Beluluh berasal dari kata “luluh” yang berarti meluluhkan atau membersihkan. Ritual Beluluh dilakukan di atas bambu oleh Dewa dan Belian terhadap Sultan atau Putra Mahkota yang bertujuan untuk membersihkan diri dari unsur-unsur jahat, baik yang terlihat maupun tidak terlihat. Beluluh juga ...

Buang-buang

Merupakan salah satu prosesi dalam acara Robo-robo yang dihelat setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar. Acara ini merupakan tradisi di wilayah Kerajaan Mempawah, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Prosesi Buang-buang dilakukan ketika kapal Raja Mempawah yang datang dari laut bertemu dengan kapal penjemput yang datang dari arah sungai Mempawah. Ketika kedua kapal ini bertemu di Kuala ...
Page  < 1 2 3 4 5 6